JABAR EKSPRES – Universitas Pakuan (Unpak) Bogor menunjukkan komitmennya dalam memberdayakan pelaku UMKM lokal melalui program pendampingan pendaftaran merek dan inovasi komunikasi digital.
Program ini merupakan hasil kolaborasi antara Unpak dengan Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kementerian Hukum dan HAM, yang dilaksanakan di Kelurahan Atang Sanjaya, Kabupaten Bogor, pada Jumat (19/9).
Kegiatan ini menjadi bagian dari program hibah Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) DPPM Unpak 2025.
Baca Juga:Lewat “A Legacy of Love”, Sun Life Indonesia Gelar Bright Talk Spesial PGN Ajak Jurnalis Naik Taksi BBG dalam Roadshow AJP 2025 Teritori Jatimbalinus
Pendampingan difokuskan kepada UMKM Batik Senjaya, salah satu produsen batik khas Bogor yang telah berhasil menembus pasar internasional seperti Jepang, Rusia, dan Belanda.
“Program ini bertujuan untuk memperkuat daya saing UMKM melalui perlindungan hukum merek dan peningkatan strategi promosi digital,” ujar Ketua Tim PkM, Layung Paramesti, Minggu (21/9).Dalam sesi pelatihan, Unpak menghadirkan Kasubdit Permohonan dan Pelayanan Merek DJKI, Ranie Utami Ronie, sebagai narasumber utama. Ia menekankan pentingnya pendaftaran merek sebagai bentuk perlindungan identitas produk sekaligus strategi untuk memperluas pasar.
Selain aspek hukum, tim dosen dan mahasiswa Unpak juga memberikan pelatihan praktis seputar desain komunikasi visual digital. Materi yang diberikan mencakup pembuatan konten promosi, katalog produk digital, pengelolaan media sosial bisnis, hingga strategi branding yang relevan untuk menjangkau konsumen generasi digital.
Unpak berharap, melalui program ini, dapat tercipta model pendampingan UMKM berbasis akademik, hukum, dan teknologi digital yang dapat direplikasi di wilayah lainnya.
“Kami ingin Batik Senjaya menjadi contoh UMKM yang adaptif terhadap teknologi dan memiliki daya saing tinggi, tanpa meninggalkan akar kearifan lokalnya,” ucapnya.Sementara itu, Ketua Pembatik Batik Senjaya, Ibu Lilis Muria, menyambut baik program ini. Ia mengaku baru menyadari pentingnya merek dan strategi pemasaran digital setelah mengikuti pelatihan.
“Selama ini kami hanya fokus membuat batik. Pendampingan ini membuka wawasan kami soal pentingnya merek dan promosi online,” katanya.“Dengan dukungan Unpak dan DJKI, kami semakin yakin Batik Senjaya bisa tumbuh lebih besar dan terlindungi secara hukum,” pungkasnya.
