Dapat Kucuran Dana Rp1,2 Miliar dari APBN, SMPN 6 Cimahi Lakukan Revitalisasi Sekolah

Dapat Kucuran Dana Rp1,2 Miliar dari APBN, SMPN 6 Cimahi Lakukan Revitalisasi Sekolah
Revitalisasi Sekolah SMPN 6 Kota Cimahi. (Mong/Jabar Ekspres)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Upaya pemerintah dalam meningkatkan mutu pendidikan kembali terealisasi di Kota Cimahi. SMP Negeri 6 Cimahi mendapat alokasi dana revitalisasi sebesar kurang lebih Rp1,2 miliar dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2025.

Dana tersebut digunakan untuk memperbaiki sejumlah fasilitas sekolah yang selama ini mengalami kerusakan dan dinilai dapat mengganggu kenyamanan proses belajar mengajar.

Revitalisasi ini dilakukan dengan sistem swakelola, di mana pelaksanaan teknis pembangunan tetap diawasi oleh konsultan profesional, sementara pekerjaan di lapangan dijalankan oleh internal sekolah bersama panitia yang juga melibatkan komite dan masyarakat sekitar.

Baca Juga:Bapanas-BMKG Berbagi Data, Demi Ketahanan Pangan Berkelanjutan?Pasca Atap SMKN 1 Cileungsi Ambruk, Bupati  Bogor Siapkan Trauma Healing untuk Siswa

Kepala Sekolah SMPN 6 Cimahi, Edi Mulyadi, menuturkan bahwa program ini merupakan bentuk perhatian pemerintah terhadap kualitas pendidikan di daerah.

Ia juga mengapresiasi peran media yang secara konsisten mengawal dan menyebarkan informasi transparan mengenai pembangunan sekolah.

“Awalnya program hanya difokuskan pada perbaikan toilet. Namun setelah adanya tambahan anggaran, renovasi meluas hingga ke bagian atap, dinding, lantai, serta lima ruang kelas,” ungkap Edi Mulyadi saat ditemui awak media di sela kegiatan pembangunan, Kamis (11/9/2025).

Menurut Edi, sekolah menyadari bahwa kondisi sarana prasarana yang rusak dapat berdampak pada kenyamanan siswa dan guru saat proses belajar mengajar berlangsung.

Karena itu, sambungnya, ia menilai revitalisasi ini menjadi jawaban atas kebutuhan mendesak yang selama ini dihadapi pihak sekolah.

“Perencanaan teknis pembangunan tetap melibatkan konsultan dengan keahlian di bidang desain dan perencanaan, agar hasilnya sesuai standar. Sedangkan untuk pelaksanaannya, kami lakukan bersama tim internal sekolah, komite, dan didukung masyarakat sekitar,” jelasnya.

Meski ada aspirasi warga yang ingin ikut terlibat sebagai tenaga kerja, Edi menegaskan bahwa pembangunan sekolah harus tetap mengutamakan kompetensi serta legalitas pekerja.

Baca Juga:Lewat AyoKerjo Jateng, Gubernur Siapkan Beragam Lowongan Kerja Lulusan SMA-D2 Periode September-OktoberPerayaan HUT ke-24 Partai Demokrat di DPC Kota Bandung, Berlangsung Sederhana dan Khidmat

Hal itu dilakukan demi menjamin kualitas konstruksi yang sesuai dengan standar teknis.

“Pekerjaan konstruksi membutuhkan tenaga dengan sertifikasi dan spesifikasi tertentu. Jadi, meskipun semangat gotong royong dan kebersamaan masyarakat sangat penting, kami tetap harus mengikuti aturan agar kualitas bangunan benar-benar terjamin,” tegasnya.

0 Komentar