JABAR EKSPRES – Program Beasiswa Training Guru ke Jepang 2025 dari MEXT (Ministry of Education, Culture, Sports, Science and Technology Jepang) akan segera dibuka pada Desember mendatang.
Program ini ditujukan khusus untuk guru aktif di Indonesia, baik PNS, swasta, honorer, maupun guru sekolah inklusi (SLB).
Peserta yang lolos akan mendapat kesempatan menimba ilmu di universitas ternama di Jepang dengan masa studi 1 tahun 6 bulan, termasuk 6 bulan kursus bahasa Jepang.
Baca Juga:Cara Skrining BPJS Kesehatan Lewat HP, Cepat dan PraktisRekrutmen PCPM BI 2025 Resmi Dibuka, Simak Jadwal hingga Cara Daftarnya
Fasilitas Beasiswa Training Guru ke Jepang
Melansir Kedutaan Besar Jepang di Indonesia, penerima beasiswa ini akan memperoleh sejumlah fasilitas menarik, di antaranya:
- Biaya kuliah penuh hingga program selesai.
- Tunjangan hidup sebesar 143.000 Yen atau setara Rp15,8 juta per bulan.
- Tiket pesawat pulang–pergi Indonesia–Jepang.
- Bebas biaya visa pelajar.
- Tidak ada ikatan dinas setelah kembali ke Indonesia.
Jadwal Seleksi Beasiswa Guru ke Jepang 2025–2026
Mengacu pada informasi resmi dari Kedubes Jepang, berikut alur dan jadwal seleksinya:
- Pendaftaran: 24 Desember 2025 – 22 Januari 2026
- Pengumuman seleksi dokumen: 7 Februari 2026
- Tes tertulis: Pertengahan Februari 2026
- Pengumuman tes tertulis: Akhir Februari 2026
- Wawancara: Awal Maret 2026
- Pengumuman hasil wawancara: Awal Maret 2026
- Seleksi tahap lanjutan (secondary screening): Maret – Juli 2026
- Pengumuman akhir: Juli – Pertengahan Agustus 2026
- Keberangkatan ke Jepang: September/Oktober 2026
Jadwal bisa berubah sewaktu-waktu. Untuk kepastian, pantau terus situs resmi Kedubes Jepang di (https://www.id.emb-japan.go.jp).
Syarat Beasiswa Training Guru ke Jepang 2025
Untuk bisa mengikuti seleksi, peserta wajib memenuhi kriteria berikut:
1. Usia maksimal 34 tahun pada 1 April 2025 (lahir pada/ setelah 2 April 1990).
2. Minimal lulusan D4 atau S1.
3. Aktif mengajar di SD, SMP, SMA/SMK, Madrasah, atau SLB.
4. Memiliki pengalaman mengajar minimal 5 tahun** hingga 1 Oktober 2025.
5. Sehat jasmani dan rohani.
6. Menguasai bahasa Inggris atau Jepang (bagi yang belum, wajib siap belajar bahasa Jepang).
7. Bersedia kembali ke Indonesia setelah program berakhir dan melanjutkan karier sebagai guru.
Jika peserta tidak memenuhi kewajiban untuk kembali ke Indonesia, maka seluruh **tunjangan beasiswa wajib dikembalikan.**
