JABAR EKSPRES – Kepala Desa Sukamakmur, Sri Widiarti mengingatkan masyarakat agar berhati-hati terhadap informasi donasi untuk korban musibah ambruknya Majelis Taklim As-Shobiyah yang beredar di media sosial.
Peringatan ini disampaikan setelah klinik Arafah melaporkan kepada perangkat desa bahwa terdapat pihak yang membuka penggalangan dana atas nama klinik untuk korban, namun bantuan tersebut tidak sampai ke korban maupun ke klinik.
“Warga yang sedang terkena musibah jangan sampai dimanfaatkan oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. Sementara ini, kita fokus dulu pada penanganan korban. Nanti kami akan koordinasikan dengan SKPD terkait dan kepolisian untuk menindaklanjuti hal ini,” ujar Sri saat dikonfirmasi di Desa Sukamakmur, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor, Senin (8/9/2025).
Baca Juga:Belum Selaras! Ekonomi Tumbuh Tapi Pengangguran di Jabar TertinggiPGN Pasok Gas Bumi ke RS Kariadi Semarang, Efisiensi Operasional Meningkat Hingga 60 Persen
Kapolsek Ciomas, Kompol Iwan Wahyudi, menambahkan bahwa hingga kini belum ada laporan resmi terkait penipuan donasi.
Ia pun mengimbau warga tetap berhati-hati terhadap informasi di media sosial, karena tidak semuanya dapat dipercaya. Bagi yang ingin berdonasi, ia menekankan agar menyalurkannya langsung melalui pemerintah daerah atau kantor desa agar bantuan tepat sasaran.
“Bantuan dari pemerintah daerah maupun Muspika tetap akan diberikan, tapi warga harus berhati-hati terhadap informasi di media sosial karena sekitar 50 persen bisa benar dan 50 persen bisa menyesatkan. Jika ingin berdonasi, sebaiknya langsung melalui pemerintah daerah atau kantor desa agar tepat sasaran,” kata Kompol Iwan.
Pihak kepolisian pun akan terus berkoordinasi dengan pemerintah desa untuk memantau dan menindaklanjuti setiap isu terkait donasi agar tidak dimanfaatkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.
