Pergerakan penumpang internasional di Palembang meningkat signifikan dari 4.481 penumpang pada Juli menjadi 10.166 pada Agustus 2025. Angka ini menunjukkan bahwa permintaan pasar terus tumbuh seiring terbukanya kembali akses global.
Menhub menekankan Palembang dan Semarang memiliki peran strategis sebagai pintu masuk wisata sekaligus pusat ekonomi daerah.
“Kami berharap momentum ini dapat mendorong peningkatan layanan, memperkuat kolaborasi dengan maskapai, serta mengoptimalkan promosi destinasi wisata dan potensi unggulan masing-masing wilayah,” jelasnya.
Baca Juga:Belum Selaras! Ekonomi Tumbuh Tapi Pengangguran di Jabar TertinggiBI Berkomitmen Jaga Stabilitas Ekonomi untuk Mencapai Target 5,4 Persen pada RAPBN 2026
Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Udara terus memperkuat koordinasi lintas sektor — mulai dari pemda, pengelola bandara, maskapai, hingga pelaku industri — untuk menjaga kualitas layanan dan standar keselamatan internasional.
“Kami memastikan standar internasional tetap terjaga, baik dari sisi keselamatan maupun kenyamanan penumpang. Selain itu, kami juga terus mendorong agar rute yang dibuka dapat berkembang secara berkelanjutan,” ujar Menhub.
Menhub juga berharap dengan beroperasinya penerbangan internasional di Semarang dan Palembang tidak hanya membuka akses wisatawan tetapi juga memperluas peluang ekspor produk unggulan daerah, menarik investasi asing, dan menumbuhkan perekonomian regional.
