JABAR EKSPRES – Isu pemecatan besar-besaran yang menyelimuti PT Gudang Garam Tbk telah membuat kegaduhan di berbagai media sosial dalam beberapa waktu terakhir ini.
Klip video yang memperlihatkan staf perusahaan saling berpamitan menimbulkan spekulasi tentang kondisi finansial perusahaan rokok kretek terbesar kedua di Indonesia itu.
Namun segala kabar tersebut masih belum dapat dipastikan kebenarannya, karena manajemen Gudang Garam belum memberi pernyataan resmi lengkap sekitar hal itu.
Baca Juga:Prediksi Susunan Pemain Timnas Indonesia di Laga Melawan Lebanon, Bakal Ada Perombakan Besar-besaran?Tabel Angsuran KUR BRI September, Pinjaman Buat Modal Rp40 Juta, Cicilan Cuma Rp26 Ribuan
Menurut laporan keuangan terbaru, pendapatan bersih Gudang Garam pada semester pertama 2025 anjlok tajam, turun hingga 87% jauh merosot dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.
Tidak menutup kemungkinan bahwa video sejumlah karyawan berpamitan dan diasumsikan sebagai PHK massal yang dilakukan pabrik rokok ini benar adanya.
Terlepas dari hal tersebut, menarik untuk mengupas sosok di balik berdirinya pabrik rokok legendaris ini yang telah berdiri sejak puluhan tahun yang lalu.
Siapa Sosok Di Balik Kekayaan Gudang Garam?
Di balik layar korporasi besar ini berdiri sosok Susilo Wonowidjojo, pewaris generasi kedua pendiri Gudang Garam, yakni Surya Wonowidjojo yang merupakan ayahnya.
Susilo menjabat sebagai Direktur Utama sejak tahun 2009, setelah sebelumnya menapaki berbagai posisi di perusahaan yang didirikan keluarganya pada 1958.
Berdasar catatan dari Forbes, kekayaan Susilo dan keluarganya terus menyusut dalam beberapa tahun terakhir terutama setelah mencapai titik tertinggi pada tahun 2018 dengan kekayaan USD 9,2 miliar atau sekitar Rp150 triliun lebih.
Pada tahun 2019, Forbes mencatat kepemilikan harta kekayaan keluarga Wonowidjojo ini mengalami penurunan cukup dratis menjadi USD 6,6 miliar (sekitar Rp108,6 triliun).
Baca Juga:Peringati Hari Pelanggan Nasional, Direksi BRI Sapa Langsung Nasabah di Beberapa DaerahARS University Mewisuda 792 Wisudawan/i pada Wisuda ke-7, Bertabur Prestasi Mahasiswa
Tahun berikutnya, nilai itu tergerus menjadi USD 5,3 miliar, lalu semakin menurun ke USD 4,8 miliar pada 2021 dan USD 3,5 miliar pada 2022.
Angka tersebut sempat sedikit meningkat menjadi USD 3,6 miliar pada 2023, namun kemudian kembali turun ke USD 2,9 miliar pada 2024 sekitar Rp47 triliun dengan kurs saat itu.
Meski demikian, Susilo masih menempati posisi ke-23 orang terkaya Indonesia versi Forbes edisi terbaru.
Meskipun Gudang Garam tengah diterpa isu PHK masif dan mengalami penurunan laba drastis, kepemilikan perusahaan berada di tangan keluarga ulang tahun Kediri, dengan Susilo Wonowidjojo sebagai figur sentral.
