JABAR EKSPRES – Pertanian menjadi salah satu sektor penting di Jawa Barat, yang perlu didukung dengan jaringan irigasi.
Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Jabar Yod Mintaraga juga mendorong akan ketersediaan dan perbaikan jaringan irigasi di Jabar. Hal tersebut menjadi salah satu upaya untuk mendukung ketahanan pangan di Jawa Barat.
Ia menguraikan, ketahanan pangan Jawa Barat tidak akan terwujud tanpa aliran air yang memadai ke lahan pertanian.
Baca Juga:Pemprov Jateng Ringankan Beban Warga, Pangan Murah Diserbu Ribuan MasyarakatStok Pangan RI Dipastikan Aman hingga Akhir Tahun, Benarkah?
“Pengembangan jaringan irigasi di seluruh wilayah pertanian di Jabar perlu ditingkatkan,” bebernya.
Pria yang juga Anggota Komisi IV itu melanjutkan, ketersediaan air yang memadai bagi lahan pertanian menjadi kunci untuk meningkatkan produktivitas petani secara berkelanjutan, maka jaringan irigasi menjadi penting.
Sesuai ketentuan memang ada pembagian tugas terkait pembangunan irigasi. Misalnya, irigasi yang mengairi lahan seluas lebih dari 5.000 hektare menjadi tanggung jawab pemerintah pusat, sedangkan 3.000–5.000 hektare dikelola provinsi, dan dibawah 3.000 hektare menjadi kewenangan kabupaten atau kota.
Meski dibagi, tapi semangatnya adalah sama. Yakni upaya untuk meningkatkan produksi pertanian. Utamanya lahan yang sangat mengandalkan jaringan irigasi.
Politikus Golkar itu juga mengingatkan, bahwa upaya membangun juga perlu diimbangi dengan upaya perawatan. Jangan sampai banyak proyek irigasi berhasil dibangun tapi tidak awet.
“Jika dirawat dengan baik, jaringan irigasi bisa bertahan 10, 20, bahkan 50 tahun kedepan, seperti yang dibuat pada masa Belanda,” jelasnya.
Di sisi lain, Pemprov Jabar sendiri juga telah menyiapkan anggaran yang tidak sedikit untuk program pembangunan atau perbaikan irigasi, seperti yang terlihat dalam Pergub No 12 tahun 2025.
Baca Juga:Gerakan Pangan Murah, Solusi Nyata untuk Rakyat di tengah Gejolak HargaDedie Rachim Pastikan Stok Pangan Aman, Gerakan Pangan Murah Hadir di Kota Bogor
Terjabarkan di antaranya ada belanja modal bangunan air irigasi lainnya Rp112,5 miliar. Lalu belanja modal bangunan sawah irigasi air tanah Rp400 juta, dan belanja modal jalan, jaringan dan irigasi BLUD Rp 2,5 miliar.(son)
