JABAR EKSPRES – Proses pembangunan Masjid Raya Kabupaten Bogor yang ditargetkan selesai pada Desember 2025 saat ini telah mencapai 47,6 persen.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (DPKPP) Kabupaten Bogor, Eko Mujiarto, menjelaskan bahwa pada Desember 2025, pembangunan bangunan utama masjid, menara, dan miniatur Ka’bah ditargetkan sudah rampung.
“47,6 persen (saat ini). Udah (selesai) untuk mesjid, menara, sama miniatur Ka’bah tahun ini,” jelas Eko, pada Rabu (3/9/2025).
Baca Juga:BAZNAS Jabar Luncurkan Program Pendayagunaan untuk Tingkatkan Kesejahteraan MasyarakatAcil Bimbo Tutup Usia, Bandung Berduka Kehilangan Putra Terbaiknya
Lalu, untuk pembangunan yang akan berlanjut pada tahun 2026 mendatang, Masjid Raya Kabupaten Bogor akan dibangun seperti hotel hingga auditorium.
“Penunjang-penunjangnya kayak air mancur, hotel, auditorium,” kata Eko.
Pembangunan payung, sai, yang menyatu dengan auditorium itu akan terlaksana pada 2026 mendatang.
Selain itu, hotel yang akan tersedia di area Masjid Raya Kabupaten Bogor tersebut akan dibangun pada 2026 mendatang.
“Nah payung, sai yang menyatu dengan auditorium sama hotel nyatu nanti pembangunannya, 2026 (pembangunan) karena payung tempat sai, karena nyatu sama auditorium dan hotel nanti 2026 pembangunannya,” jelasnya.
Bupati Bogor Rudy Susmanto mengungkapkan, Kabupaten Bogor bakal memiliki landmark baru. Landmark merupakan bangunan khas atau yang menonjol di suatu wilayah.
Pembangunan Mesjid Raya itu, menggunakan lahan seluas 2,6 Hektare dan menghabiskan anggaran sebesar Rp 100 Milyar.
Masyarakat juga diminta untuk bersama-sama mengawasi proses pembangunan tersebut.
“Jadi pertama, total anggaran, kalau berdasarkan hasil lelang itu 100 M, tugas masyarakat bersama-sama mengawasi jalannya proses pengerjaannya supaya sesuai dengan ketentuan praturan perundang-undangan yang berlaku,” jelas dia.
