JABAR EKSPRES – Pemprov Jabar menegaskan pihaknya bakal memfasilitasi mahasiswa untuk menyuarakan asipirasinya, melalui mimbar terbuka besok, Rabu (3/9). Hal itu dilakukan sebagai upaya untuk meredam gejolak di masyarakat.
Hal itu diungkapkan Gubernur Jabar Dedi Mulyadi, Selasa (2/9). “Besok (Rabu.red) Pemerintah Provinsi Jawa Barat membuka ruang dialog bagi mahasiswa di Jawa Barat untuk hadir di halaman Gedung Sate,” katanya selepas berjumpa dengan para Rektor Perguruan Tinggi di Jawa Barat.
Pria yang akrab disapa KDM itu melanjutkan, Pemprov akan memfasilitasi dan mendengarkan aspirasi dari para mahasiswa. Dan tentunya akan diteruskan jika berkaitan dengan Pemerintah Pusat.
Baca Juga:Area Kampus UNPAS Diserang Gas Air Mata, Kanit Keamanan: 48 Kali Tembakan!Bentrokan di UNISBA: Polisi Salahkan Anarko, Mahasiswa Kecam Represif Aparat
Mimbar terbuka itu khusus adalah untuk para mahasiswa di wilayah Bandung Raya. Jumlah disesuaikan kapasitas.
“Yang utama adalah wilayah Bandung Raya. Karena yang lain kan juga sudah menyampaikan di kabupaten kotanya. Tetapi juga kalau mau jalan-jalan ke Gedung Sate dipersilahkan,” katanya.
Untuk teknisnya, undangan mimbar terbuka itu akan dikoordinasikan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah IV Jawa Barat dan Banten bersama para rektor.
Selain rencana mimbar terbuka, pertemuan itu juga disepakati pembentukan forum rektor. Berisi para rektor Perguruan Tinggi yang ada di Jawa Barat.
Salah satunya juga untuk menjadi media masukan akademisi kepada Pemprov Jabar. Utamanya dalam menuntaskan masalah di Jawa Barat. Sebagai contoh soal penuntasan masalah sampah di Jawa Barat.
Dalam kesempatan itu, KDM juga kembali menyampaikan gagasannya terkait penataan kawasan Jatinangor sebagai kawasan pendidikan. “Kalau kota pelajar nggak boleh ada mahasiswa yang terlindas truk, itu nggak boleh. Nanti harus segera ditata, ” tutupnya. (son)
