Polres Cimahi Siagakan Tiga Titik Strategis Antisipasi Gejolak Demo

Kapolres Cimahi, AKBP Niko. N Adi Putra saat Ditemui di DPRD Kota Cimahi (mong)
Kapolres Cimahi, AKBP Niko. N Adi Putra saat Ditemui di DPRD Kota Cimahi (mong)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Polres Cimahi bersama unsur TNI dan aparat terkait mengerahkan 714 personel untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan dalam aksi demonstrasi yang digelar di wilayah hukum Cimahi.

Langkah ini dilakukan menyusul dinamika unjuk rasa yang sebelumnya sempat terjadi di Kota Bandung.

Kapolres Cimahi, AKBP Niko N. Adi Putra, menjelaskan bahwa personel gabungan tersebut terdiri dari unsur Polri, TNI, meliputi Brigif, Armed, hingga Kodim 0609 serta dukungan dari petugas pemadam kebakaran (Damkar).

Baca Juga:Tokoh Agama dan Masyarakat di Jateng Serukan Kedamaian untuk Negeri Konser “Peterpan: The Journey Continues” di Bandung Ditunda, Budi Aloka: Demi Keselamatan dan Kenyamanan Semua

Seluruh kekuatan pengamanan disiagakan pada tiga titik strategis, yakni Mako Polres Cimahi, kantor DPRD Kota Cimahi, dan kantor DPRD Kabupaten Bandung Barat.

“Jadi, saat ini, Polres Cimahi melibatkan setidaknya 714 personel yang terdiri dari TNI-Polri. Tentunya bantuan dari TNI, baik dari Brigif, dari Armed, dari Kodim 0609, dan juga dari teman-teman Damkar yang ada di tiga titik,” ungkap AKBP Niko saat ditemui di DPRD Kota Cimahi, Senin (1/9/25).

Menurutnya, langkah pengamanan dilakukan secara rutin dengan tujuan menjaga stabilitas dan menciptakan kondisi yang kondusif di tengah masyarakat.

Hal ini dinilai penting untuk mencegah adanya insiden lanjutan yang berpotensi mengganggu ketertiban umum.

“Kita tetap setiap hari laksanakan protap seperti ini, dalam rangka menciptakan suatu kondisi yang kondusif dan stabil. Itu harapannya,” tambahnya.

Meski demikian, Niko menegaskan bahwa durasi pengamanan sangat bergantung pada perkembangan situasi di lapangan. Pihaknya belum dapat memastikan waktu berakhirnya operasi pengamanan hingga kondisi benar-benar dinyatakan aman.

“Saya akan melihat situasinya tergantung dari dinamika nanti. Jadi, saya tidak bisa bilang pukul 6 atau pukul 7. Intinya, sampai dengan skala saya nyatakan mungkin clear, baru akan saya tahu,” jelasnya.

Baca Juga:Bandung Bersatu dalam Musik: The Journey Continues Peterpan by Aloka Tetap Berjalan dengan Aman dan HumanisDi Tengah Gelombang Unjuk Rasa, Prabowo Panggil Panglima TNI, Kapolri, dan Menteri

Lebih lanjut, Niko juga mengimbau masyarakat agar menggunakan hak menyampaikan pendapat di muka umum dengan tetap mematuhi aturan yang berlaku.

Ia menekankan, kebebasan berpendapat harus dijalankan tanpa merusak fasilitas publik maupun mengganggu ketertiban umum.

“Yang paling penting adalah salah satunya, dilarang merusak fasilitas umum, dilarang mengganggu ketertiban umum. Jadi, tolonglah kita saling menjaga kondusifitas yang ada, semata-mata itu juga untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap aksi-aksi selanjutnya,” tegasnya.

0 Komentar