3. Risiko Kesehatan Jangka Panjang
Paparan gas air mata kadaluarsa berpotensi menimbulkan masalah kesehatan yang tidak hanya sementara. Beberapa dampak yang mungkin terjadi antara lain kerusakan permanen pada jaringan mata, alergi kulit kronis, serta gangguan pernapasan jangka panjang.
Pada kasus tertentu, orang yang terpapar bisa mengalami penurunan kualitas hidup karena kerusakan organ yang sulit dipulihkan.
4. Bahaya Ledakan dan Kebakaran
Tabung gas air mata biasanya berisi propelan dengan tekanan tinggi. Setelah melewati masa simpan, kekuatan tabung bisa berkurang dan membuatnya rawan bocor, meledak, atau terbakar.
Baca Juga:Revisi UU Ketenagalistrikan Ditargetkan Tuntas DPR pada 20267 Cara Ampuh Kurangi Dampak Gas Air Mata di Situasi Darurat
Risiko ini jelas sangat berbahaya, bukan hanya bagi aparat yang menggunakannya tetapi juga bagi masyarakat di sekitar lokasi kejadian.
5. Dampak Buruk terhadap Lingkungan
Gas air mata kadaluarsa yang dilepaskan ke udara juga bisa mencemari lingkungan. Zat kimia yang sudah berubah biasanya sulit terurai secara alami, sehingga bisa merusak ekosistem.
Flora dan fauna di sekitar lokasi dapat terdampak, sementara kualitas tanah dan air juga bisa menurun akibat kontaminasi.
Mengapa Harus Waspada?
Penggunaan gas air mata kadaluarsa jelas tidak hanya merugikan karena tidak efektif, tetapi juga berbahaya karena bisa menimbulkan masalah baru yang lebih serius.
Aparat keamanan dan pihak berwenang perlu memperhatikan masa berlaku setiap tabung gas air mata agar tidak digunakan melebihi batas.
Beberapa langkah yang harus dilakukan antara lain:
- Menyimpan tabung di tempat yang aman, jauh dari panas, sinar matahari langsung, dan kelembapan tinggi.
- Melakukan rotasi stok dengan prinsip first in, first out, sehingga tabung lama digunakan lebih dulu.
- Memastikan pemusnahan tabung gas air mata kadaluarsa dilakukan sesuai prosedur agar tidak menimbulkan bahaya tambahan.
