KKN Tim 14 BKU Gelar 'LENTERA SEHAT': Edukasi Hipertensi dan Teh Rambut Jagung di Mekarwangi Bandung

KKN Tim 14 BKU Gelar 'LENTERA SEHAT': Edukasi Hipertensi dan Teh Rambut Jagung di Mekarwangi Bandung.
KKN Tim 14 BKU Gelar 'LENTERA SEHAT': Edukasi Hipertensi dan Teh Rambut Jagung di Mekarwangi Bandung. (foto: Ghiffa S. M.)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Hipertensi atau tekanan darah tinggi masih menjadi salah satu tantangan serius di bidang kesehatan masyarakat, khususnya di Jawa Barat.

Data terbaru dari Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 menunjukkan prevalensi hipertensi pada penduduk usia produktif (15–64 tahun) di Jawa Barat mencapai 32,6 persen.

Angka ini tergolong tinggi mengingat hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang dapat berujung pada komplikasi serius seperti penyakit jantung, gagal ginjal, maupun stroke.

Baca Juga:Wadirut Telkom Tekankan Pentingnya Manajemen Strategik demi Jaga Daya Saing dan Ketahanan IndustriXiaomi HyperOS 3 Diluncurkan, ini Fitur Baru dan Daftar HP yang Kebagian Update

Sementara itu, hasil Riskesdas 2018 menunjukkan prevalensi hipertensi pada penduduk usia di atas 18 tahun bahkan lebih tinggi, yakni mencapai 39,6 persen.

Kondisi ini memperlihatkan bahwa hipertensi tidak hanya menyerang kelompok lanjut usia, tetapi juga sudah banyak dialami kelompok usia produktif.

Faktor pola hidup seperti kurang olahraga, konsumsi makanan tinggi garam dan lemak, kebiasaan merokok, serta stres memperburuk situasi ini.

Banyak Warga Mekarwangi Bandung Alami Hipertensi

Fenomena tingginya hipertensi tampak di Desa Mekarwangi, Kecamatan Ibun, Kabupaten Bandung.

Banyak warga mengalami hipertensi tetapi belum menyadari pentingnya pemeriksaan kesehatan rutin.

Minimnya pengetahuan tentang gejala, faktor risiko, dan pencegahan menyebabkan hipertensi sering tidak terdeteksi sejak dini.

Untuk menjawab tantangan tersebut, tim 14 KKN Bhakti Kencana University (BKU) menghadirkan program LENTERA SEHAT (Lansia Terawat, Sehat, dan Gembira).

Baca Juga:Cegah Penyalahgunaan Zat hingga Perilaku Berisiko, UBK Gelar ‘Desa Hebat Generasi Sehat’ di Desa Dukuh BandungUBK Sulap Minyak Jelantah Jadi Lilin Aromaterapi, Warga Mekarrahayu Antusias

Program ini berfokus pada edukasi kesehatan, khususnya pencegahan hipertensi, sekaligus pengenalan pemanfaatan potensi lokal desa.

Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui kolaborasi dengan Puskesmas Sudi dalam program RAMBO KELING (Rabu Mobile Keliling).

Program kesehatan keliling yang hadir setiap bulan ini memudahkan masyarakat desa yang memiliki keterbatasan akses terhadap fasilitas medis.

Pada kesempatan ini, kegiatan RAMBO KELING di Desa Mekarwangi menghadirkan rangkaian acara yang lebih lengkap berkat sinergi bersama mahasiswa KKN BKU.

Kegiatan ini meliputi pemeriksaan tekanan darah, penyuluhan hipertensi, edukasi pola hidup sehat, hingga demonstrasi pemanfaatan rambut jagung.

Dalam sesi penyuluhan, mahasiswa KKN BKU juga memberikan materi mengenai definisi hipertensi, gejala yang harus diwaspadai, faktor risiko, serta langkah pencegahannya.

Hipertensi dikenal sebagai “silent killer” karena sering tanpa gejala namun berisiko menimbulkan komplikasi serius, meski terkadang disertai sakit kepala, pusing, jantung berdebar, penglihatan kabur, mudah lelah, atau mimisan.

0 Komentar