Faktor risikonya terbagi menjadi yang tidak dapat diubah (usia, jenis kelamin, riwayat keturunan) dan yang dapat diubah (pola makan tinggi garam, obesitas, merokok, alkohol, kurang olahraga, stres, kurang tidur).
Upaya pencegahan meliputi membatasi garam maksimal 5 gram per hari, memperbanyak buah dan sayur, mengurangi makanan cepat saji, rutin berolahraga, serta rajin memeriksa tekanan darah.
Selain itu, teknik akupresur pada titik He Gu, Tai Chong, dan Feng Chi juga dapat membantu melancarkan aliran darah, merilekskan otot, serta mengurangi sakit kepala akibat hipertensi.
Baca Juga:Wadirut Telkom Tekankan Pentingnya Manajemen Strategik demi Jaga Daya Saing dan Ketahanan IndustriXiaomi HyperOS 3 Diluncurkan, ini Fitur Baru dan Daftar HP yang Kebagian Update
Hadir dalam program tersebut antara lain, pihak Kecamatan, Kapolsek, Babinsa, tim medis Puskesmas Sudi (dokter, perawat, tenaga kesehatan masyarakat), Kepala Desa Mekarwangi beserta jajaran perangkat desa, kader posyandu, tokoh masyarakat, serta puluhan warga desa yang sebagian besar adalah lansia sebagai sasaran utama.
Pemanfaat Rambut Jagung untuk Turunkan Tekanan Darah
Selain edukasi kesehatan, KKN BKU juga menghadirkan inovasi pemanfaatan potensi lokal Desa Mekarwangi.
Jagung sebagai komoditas utama desa ternyata memiliki bagian lain yang bermanfaat: rambut jagung.
Selama ini, rambut jagung sering dianggap limbah dan dibuang begitu saja.
Padahal, berdasarkan penelitian, rambut jagung mengandung flavonoid yang dapat membantu menurunkan tekanan darah.
Mahasiswa KKN memperagakan cara mengolah rambut jagung menjadi teh herbal sederhana, yakni rambut jagung dibersihkan, dikeringkan, lalu diseduh seperti teh biasa.
Minuman ini berfungsi sebagai diuretik alami yang membantu menurunkan tekanan darah.
Baca Juga:Cegah Penyalahgunaan Zat hingga Perilaku Berisiko, UBK Gelar ‘Desa Hebat Generasi Sehat’ di Desa Dukuh BandungUBK Sulap Minyak Jelantah Jadi Lilin Aromaterapi, Warga Mekarrahayu Antusias
Warga, terutama para lansia, menyambut antusias inovasi ini. Banyak yang langsung mencoba membuat dan mencicipi teh rambut jagung.
Selain bermanfaat bagi kesehatan, potensi ini diharapkan bisa dikembangkan menjadi produk herbal bernilai ekonomi bagi masyarakat desa.
Kegiatan LENTERA SEHAT mendapatkan sambutan positif dari masyarakat. Kepala Desa Mekarwangi mengapresiasi mahasiswa BKU yang telah memberikan pengetahuan sekaligus solusi praktis.
Menurutnya, program ini penting karena kesehatan masyarakat desa sering kali terabaikan akibat keterbatasan informasi dan akses.
Para lansia merasa terbantu dengan adanya pemeriksaan tekanan darah gratis dan edukasi kesehatan.
Beberapa warga mengaku baru mengetahui bahwa dirinya menderita hipertensi, sementara yang lain berniat untuk rutin minum teh rambut jagung setelah mendapat penjelasan manfaatnya.
