JABAR EKSPRES – Kreativitas dosen dan mahasiswa Fakultas Farmasi Universitas Bhakti Kencana (UBK) kembali hadir di tengah masyarakat.
Melalui kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) sekaligus Kuliah Kerja Nyata (KKN) 2025, Kelompok 9 yang terdiri atas 6 dosen dan 19 mahasiswa menyulap limbah rumah tangga berupa minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi penunjang imunitas tubuh.
Kegiatan berlangsung di Desa Mekarrahayu, Kecamatan Margaasih, Kabupaten Bandung, yang dipimpin oleh apt. Kharina Lestari, M.S.Farm dari Kelompok Keilmuan Farmasi Klinis dan Farmakologi.
Baca Juga:Manfaatkan Mobile JKN, Anjuni Tetap Terlayani Meski Pindah DomisiliPajak Bertutur 2025, Pajak Jabar I Ajak Generasi Muda Sadar Pajak
Ia berkolaborasi dengan lima dosen lainnya, Dr. apt. Purwaniati, M.Si., apt. Muhamad Reza Pahlevi, M.Farm., Dr. apt. Widhya Aligita, M.Si., Dr. AiyiAsnawi, M.Si., serta Kosasih, S.Sos., M.Pd.
Inovasi Lingkungan Bernilai Kesehatan
Minyak jelantah kerap menjadi biang pencemaran lingkungan jika dibuang sembarangan.
Namun di tangan akademisi UBK, limbah ini berubah menjadi produk bernilai guna seperti lilin aromaterapi yang tak hanya ramah lingkungan, tetapi juga bermanfaat bagi kesehatan.
“Program ini dirancang untuk meningkatkan kesadaran wargatentang pentingnya menjaga sistem imun sekaligus mengelolalimbah rumah tangga dengan cara kreatif,” ujar apt. Kharina.
Rahasia Imun Kuat dengan Aromaterapi
Dalam sesi materi, Dr. apt. Purwaniati, M.Si memaparkan bahwa sistem imun ibarat benteng pertahanan tubuh yang bekerja melawan bakteri, virus, hingga zat beracun.
Salah satu cara memperkuatnya adalah dengan menghirup aromaterapi berbahan minyak atsiri, seperti eucalyptus, tea tree, lavender, lemon, atau peppermint.
“Aromaterapi bisa digunakan dengan berbagai cara, mulaidari diffuser hingga pembakaran. Semua bertujuan menjagatubuh tetap bugar,” jelas Dr. Purwaniati.
Baca Juga:Astra Honda Berbagi Ilmu bersama SMK Master Indonesia BogorBeda Gaji PPPK Paruh Waktu dan Penuh Waktu, Mana yang Lebih Menguntungkan?
Demo Pembuatan Lilin, Warga Berebut Bertanya
Antusiasme warga terlihat ketika kelompok dosen dan mahasiswa mendemonstrasikan cara pembuatan lilinaroma terapi berbahan minyak jelantah.
Salah seorang warga penasaran, “Apakah aroma lilin bisa diganti selain lavender?”.
Pertanyaan itu dijawab lugas oleh Putri Cinta, mahasiswa peserta KKN.
“Bisa, Bu. Misalnya peppermint, yang juga bermanfaat untuk meningkatkan imunitas,” katanya, disambut tepuk tangan warga.
Sebagai bentuk apresiasi, warga yang hadir mendapatkan lilin aromaterapi hasil karya dosen dan mahasiswa serta doorprize menarik.
