Affan Kurniawan Jadi Korban, Forum Umat Islam Bandung Bersatu Kecam Keras Kekejaman Oknum Aparat

Affan Kurniawan
KECAM KEKERASAN: Forum Umat Islam Bandung Bersatu (FUIBB) dengan tegas mengecam tindakan brutal oknum aparat yang menyebabkan kematian Affan Kurniawan, pengemudi ojek online, dalam demonstrasi di Jalan Penjernihan, Pejompongan, Jakarta Pusat, Kamis (28/8) malam.
0 Komentar

BANDUNG – Forum Umat Islam Bandung Bersatu (FUIBB) dengan tegas mengecam tindakan brutal oknum aparat yang menyebabkan kematian Affan Kurniawan (21), pengemudi ojek online, dalam demonstrasi di Jalan Penjernihan, Pejompongan, Jakarta Pusat, Kamis (28/8) malam. Affan tewas tragis setelah terlindas kendaraan taktis (rantis) Brimob jenis Barakuda.

Ketua Umum FUIBB, Ustaz Ruslan Abdulgani, menyatakan keprihatinan mendalam atas insiden ini. Ia menyebut tindakan oknum aparat sebagai kebiadaban yang harus dihentikan. “Rakyat menuntut keadilan, namun justru dihadapi kekejaman. Nyawa rakyat hilang, ini tidak bisa diterima,” tegasnya di Kantor PCNU Kota Bandung, Jumat (29/8).

Ruslan menegaskan bahwa rakyat harus dilindungi, bukan disiksa, dan mempertanyakan kekerasan yang terjadi saat ini. FUIBB menyampaikan duka cita atas kepergian Affan. “Semoga Allah mengampuni dosa-dosanya dan menempatkannya di tempat mulia. Kami berdoa keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan,” ujar Ruslan.

Baca Juga:Diduga Tekanan KDM, Sayangkan Pencabutan Gugatan FKKS untuk Rombel 50 SiswaGugatan FKKS Dicabut, Persatuan Guru NU Menduga Dedi Mulyadi Main Ancaman

Dia pun menuntut proses hukum dengan tegas, bukan sekadar memberikan pernyataan normatif. “Merdeka berarti rakyat bebas menyuarakan haknya, bukan dibungkam,” serunya.

Ruslan mengimbau aparat yang masih memiliki nurani untuk melindungi rakyat, bukan menjadi alat penindas. Dalam Islam, kata dia, Muslim dan non-Muslim adalah bersaudara, sehingga kedzoliman tidak boleh didiamkan. FUIBB mendesak penindakan terhadap oknum pelaku dan jaminan agar kejadian serupa tidak terulang.

Presidium FUIBB, Amin Buchery, menegaskan bahwa Affan Kurniawan bukan peserta demonstrasi, melainkan pekerja keras yang sedang mencari nafkah. “Oknum aparat tanpa hati nurani menabrak Affan begitu saja, padahal seharusnya berhenti dan memberi jalan,” kecamnya.

FUIBB menyebut Affan sebagai pahlawan demokrasi, mencerminkan kegagalan aparat melindungi rakyat. Amin menyoroti pola berulang kekerasan aparat, seperti menembak, menabrak, dan memukuli rakyat tak bersenjata. “Ini bukan penegakan hukum, ini kebiadaban,” ujarnya.

Ia menuntut evaluasi SOP penanganan demonstrasi oleh kepolisian dan meminta DPR serta DPRD memanggil Kapolri untuk mempertanggungjawabkan insiden ini. FUIBB juga mengkritik DPR yang dinilai tak peka terhadap penderitaan rakyat. “Rakyat berjuang bertahan hidup, tapi DPR menambah gaji dan fasilitas. Mana hati nurani kalian,” tegas Amin.

0 Komentar