Di UPI sendiri terdapat prodi Bahasa Inggris, Jepang, Korea, Arab, Jerman, Jepang, dan juga Prancis. Namun demikian, UPI akan bekerja sama dengan Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) untuk menguatkan hal tersebut.
UPI juga akan bekerja sama dengan berbagai pihak, khususnya untuk tes keterampilan bahasa serta menyelenggarakan Tes TOPIK (Test of Proficiency in Korean) untuk Bahasa Korea yang secara resmi diberikan izinnya oleh Pemerintah Korea.
“Migrant Center juga akan menjadi pusat pelatihan, pusat sertifikasi kompetensi yang nantinya akan membuat mahasiswa siap untuk bekerja di luar negeri. Ini merupakan bentuk tanggung jawab UPI, yang tidak hanya saat proses pendidikan berlangsung, tetapi juga setelah mereka lulus, agar tidak menciptakan lebih banyak lagi pengangguran di negara kita tercinta,” tandas Prof. Didi.
Baca Juga:Lebih dari Sekadar Jaminan, JKN Menjadi Penyelamat Kesehatan Fika dan Keluarga Resmi Diluncurkan, Segera Miliki HCS ULTIMA di Rumahmu
Migrant Center UPI yang merupakan pusat layanan dan edukasi bagi calon pekerja migran, saat ini tersedia enam kelas, dan ruang pertemuan. Migrant center UPI ini juga terbuka untuk umum.
Semua layanan maupun fasilitas dapat diakses pada website yang kini tengah dikembangkan. Dimana pengembangan dan evaluasi program-programnya disusun bersama Kementerian P2MI.*
