Selain pembentukan Migrant Center, pihaknya juga mendorong UPI untuk membentuk kelas migran. Para mahasiswa sebelum masuk atau setelah masuk Universitas, didata orientasinya mau kerja di dalam negeri atau luar negeri. Kalau mau ke luar negeri, Ia mendorong untuk memilih ke Jepang, Korea, dan Jerman.
“Kurikulumnya sederhana, hanya belajar bahasa, budaya, dan pengetahuan negara setempat, pelajaran skillnya dikit-dikit dulu, sehingga jadi dari kelas 1 sampai kelas 3 dia sudah belajar itu. Tetapi pilihannya itu sementara ekstra kurikuler, supaya tidak mengganggu kurikulum yang sudah ditetapkan universitas.
Bila hasilnya bagus, Abdul Kadir mengatakan, pihaknya akan dorong universitas-universitas lain, untuk membuka juga jurusan khusus untuk migran.
Baca Juga:Lebih dari Sekadar Jaminan, JKN Menjadi Penyelamat Kesehatan Fika dan Keluarga Resmi Diluncurkan, Segera Miliki HCS ULTIMA di Rumahmu
“Jadi bukan hanya kedokteran, bukan hanya bahasa, tapi jurusan migran. Jadi dari awal ia memang sudah menyiapkan mentalnya mau bekerja di luar negeri dengan masuk di jurusan migran. Namun ini masih sekedar ide,” ujarnya.
Sementara itu, Rektor UPI, Prof Didi Sukyadi mengungkapkan, P2MI sebagai isu strategis, tidak hanya bagi UPI namun juga bagi bangsa Indonesia. Khususnya, UPI memiliki jumlah mahasiswa cukup banyak dengan total mencapai 50 ribu lebih mahasiswa, dengan jumlah prodi S1 sebanyak 176 program studi.
“Tentu kita harus pikirkan agar setelah lulus, mereka bisa mendapatkan cara untuk mencari nafkah. Jadi kita tidak ingin setelah lulus mereka kesulitan mendapatkan lapangan pekerjaan, di samping mereka menciptakan lapangan kerja sendiri, atau mereka melanjutkan studi,” ungkapnya.
Ia menyarankan bagi para lulusan yang memilih untuk bekerja, namun belum bisa mendapatkan pekerjaannya di dalam negeri, maka kesempatan untuk bekerja di luar negeri perlu dibuka lebih lebar.
Didi Sukyadi menegaskan UPI mengedukasi para mahasiswa, bahwa bekerja itu tidak hanya di dalam negeri tetapi juga bisa di luar negeri. Oleh karena itu, UPI menjalin kerja sama dan menggandeng Kementerian P2MI.
“Alhamdulillah Pak Menteri sangat antusias dan sangat menyambut baik kerja sama ini dan ini merupakan hal yang baru. Nanti UPI bisa mendekatkan antara mahasiswa dengan dunia kerja yang sesungguhnya,” ujar Prof. Didi.
