Mitigasi Bencana di Sekolah Jadi Prioritas, SMP PGRI 1 Cimahi Terapkan Program Ini!

Mitigasi Bencana di Sekolah Jadi Prioritas, SMP PGRI 1 Cimahi Terapkan Program Ini!
Sejumlah Siswa-siswi SMP PGRI 1 Kota Cimahi saat Simulasi Mitigasi Bencana (mong)
0 Komentar

Ke depan, pihak sekolah bahkan berencana menjadikan materi mitigasi bencana sebagai cabang ekstrakurikuler baru. Bentuknya masih akan dibahas lebih lanjut, tetapi yang jelas seluruh siswa dari berbagai bidang minat akan mendapat pemahaman yang sama tentang pentingnya kesiapsiagaan.

Meski begitu, Ahmad mengakui sekolah masih awam dalam teknis mitigasi. Karena itu, pihaknya berharap ada rekomendasi konkret dari Dinas Sosial maupun Tagana mengenai standar mitigasi bencana, arah evakuasi, serta tata cara penanganan saat terjadi kepanikan.

“Kami ingin ada masukan. Karena yang sering terjadi saat bencana adalah panik. Nah, pasca panik itu biasanya banyak korban. Dengan pemahaman ini, mudah-mudahan bisa mengurangi risiko tersebut,” paparnya.

Baca Juga:Bandung Barat di Jalur Gempa, Rumah di Atas Sesar Lembang Terancam DipindahMitigasi Bencana Jadi Prioritas, Dinsos Cimahi dan Tagana Edukasi Siswa Hadapi Potensi Sesar Lembang 

Program Tagana Masuk Sekolah sendiri bukan hal yang benar-benar baru. Menurut Ahmad, sebelumnya sudah ada program serupa yang menyasar penanggulangan bencana, namun kali ini lebih difokuskan agar berkesinambungan.

“Sekolah menyambut baik program dari Dinas Sosial ini. Kami ingin menindaklanjutinya supaya berkesinambungan, bukan hanya seremonial sesaat,” tegasnya.

Inisiatif ini diharapkan dapat memperkuat budaya sadar bencana di lingkungan sekolah. Dengan adanya integrasi materi mitigasi ke dalam kegiatan ekstrakurikuler, sekolah bukan hanya menjadi tempat belajar akademik, tetapi juga wadah pembentukan karakter tangguh bagi siswa.

Hal ini sejalan dengan urgensi Cimahi yang masuk dalam wilayah rawan bencana, mulai dari banjir, gempa, kebakaran, hingga yang saat ini sedang ramai di perbincangkan yaitu soal Sesar Lembang.

“Intinya, ini adalah investasi pengetahuan untuk anak-anak kami. Harapannya, ilmu ini bermanfaat bukan hanya bagi sekolah, tetapi juga masyarakat luas. Karena ketika bencana datang, pengetahuan dan kesiapan adalah senjata paling penting untuk selamat,” tutup Ahmad. (Mong)

0 Komentar