JABAR EKSPRES – Sebuah rumah di Kota Cimahi ambruk akibat kondisi bangunan yang sudah lapuk, Rabu (27/8/2025).
Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 11.55 WIB tersebut, menyebabkan dua anak yang tengah bermain di dalam rumah mengalami luka-luka akibat tertimpa reruntuhan.
Beruntungnya, kedua korban yang diketahui bernama Syakira Adiba Rashida (6) dan Syahira Almahyra Fadillah (2), cucu dari pemilik rumah, Ade Suhendar itu hanya mengalami luka ringan di bagian kepala dan tangan.
Baca Juga:BPBD Kota Cimahi Jelaskan Hasil Asesmen Penyebab Ambruknya Rumah di Cimahi SelatanDiguyur Hujan Dua Hari, Rumah Warga di Muktisari Banjar Ambruk Dini Hari
Pihak keluarga langsung membawa korban ke dokter praktik terdekat untuk mendapatkan pertolongan pertama.
Setelah itu, tim PSC 119 Kota Cimahi melakukan pemeriksaan lanjutan dan merujuk keduanya ke RSUD Cibabat guna penanganan lebih lanjut.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Cimahi, Fitriandy Kurniawan, menegaskan bahwa tidak ada rumah lain di sekitar lokasi yang terdampak langsung.
Namun, ia mengingatkan bahwa kondisi sejumlah bangunan di kawasan tersebut memang sudah lapuk dan rawan roboh.
“Dua korban luka ringan sudah mendapatkan penanganan medis di RSUD Cibabat. Saat ini tim di lapangan juga melakukan pengecekan lingkungan sekitar, karena ada beberapa rumah dengan kondisi serupa yang perlu diwaspadai,” ujarnya saat dihubungi Jabar Ekspres via WhatsApp.
BPBD berencana meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat mengenai kesiapsiagaan menghadapi bencana rumah roboh, khususnya pada hunian lama yang rentan ambruk. Edukasi kepada warga dinilai mendesak agar kasus serupa tidak kembali terjadi.
“Langkah pencegahan harus segera dilakukan. Kondisi rumah yang lapuk menjadi ancaman nyata bagi keselamatan warga,” tambah Fitriandy.
Baca Juga:Rumah Ibu Tunggal di Sukaraja Ambruk Dihantam Hujan Deras, Butuh Bantuan PerbaikanGapura Selamat Datang Kota Banjar di Jalur Nasional Rawan Ambruk, Pemkot Segera Lakukan Revitalisasi
Berdasarkan laporan sementara, kerugian akibat peristiwa ini ditaksir mencapai Rp10 juta. Saat ini tim masih melakukan pendataan kerusakan lebih lanjut.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa keamanan bangunan tempat tinggal harus menjadi perhatian utama warga, terutama di kawasan dengan rumah tua yang rapuh.
Pemeriksaan rutin dan perbaikan sejak dini diharapkan dapat mencegah risiko yang lebih besar di kemudian hari. (Mong)
