5 Motor yang Sering Dicap Motor Jamet di Indonesia, Padahal Dulu Keren

Motor yang Sering Dicap Motor Jamet di Indonesia
Motor yang Sering Dicap Motor Jamet di Indonesia
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Istilah Jamet sendiri awalnya merujuk pada “Jawa Metal”, namun kini maknanya sudah bergeser. Kata ini lebih sering digunakan untuk mengejek sesuatu yang dianggap norak, tidak sesuai konsep, atau modifikasi motor yang dianggap gagal. Bahkan, ada motor yang dalam kondisi standar pun sudah terlanjur dicap “motor Jamet”.

Pada era 1980–1990-an, pilihan sepeda motor di Indonesia bisa dibilang masih sangat terbatas. Umumnya hanya ada Vespa dan Honda yang mendominasi. Saat itu, Indonesia juga sedang berusaha bangkit dari keterpurukan pasca-penjajahan. Karena itu, fungsi motor lebih banyak digunakan sebagai alat transportasi dan penunjang pekerjaan, bukan gaya hidup.

Memasuki akhir 1990-an hingga awal 2000-an, kondisi Indonesia mulai berkembang pesat di berbagai aspek. Anak-anak muda kala itu pun memiliki cara pandang yang lebih luas dibanding generasi sebelumnya. Hiburan juga tidak lagi terbatas pada TVRI, karena majalah dan media otomotif sudah bermunculan. Dari sinilah muncul tren baru, motor bukan hanya alat transportasi, tetapi juga bisa dijadikan hobi melalui modifikasi.

Baca Juga:Rahasia Harga Mobil Listrik BYD Semakin Murah Setiap Tahun, Bisa Merusak PasarBenarkah Tahlilan Bukan Ajaran Islam? Sejarahnya Terungkap!

Namun, dunia modifikasi pada masa itu masih sederhana. Akses terhadap suku cadang dan aksesoris sangat terbatas, khususnya bagi mereka yang tinggal di Jakarta. Jika ingin berbelanja, pilihannya hanya ke Otista, Asem Reges, atau Kebon Jeruk. Aksesoris motor pun tidak banyak, sehingga motor hasil modifikasi kala itu masih terkesan simpel.

Ketika memasuki era 2010-an, kondisi berubah signifikan. Akses membeli aksesoris jauh lebih mudah, salah satunya karena hadirnya forum jual-beli di Kaskus. Selain itu, kemampuan tukang cat dan bengkel knalpot juga semakin maju. Anak-anak motor pun mulai berani memodifikasi motornya ke arah yang lebih ekstrem, seperti melakukan cat ulang hingga teknik airbrush.

Sayangnya, kemudahan akses dan berkembangnya skill ini tidak selalu berbanding lurus dengan hasil modifikasi yang baik. Banyak motor justru tampil berlebihan dan tidak sedap dipandang, hingga akhirnya mendapatkan cap “Jamet”.

5 Daftar Motor Jamet di Indonesia

Berikut ini 5 seri motor yang identik dengan stigma motor Jamet meskipun belum tentu penggunanya adalah seorang Jamet.

0 Komentar