Kompolnas Desak Penyidik Segera Beri Kepastian Hukum Terkait Tragedi Pernikahan di Garut

Ist. Petugas saat lakukan evakuasi terhadap korban Tragedi maut dalam pesta rakyat di Garut pada Jum\'at (18/7)
Ist. Petugas saat lakukan evakuasi terhadap korban Tragedi maut dalam pesta rakyat di Garut pada Jum\'at (18/7). Lalu. Dok. Jabar Ekspres
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) mendesak tim penyidik Polda Jawa Barat untuk segera memberikan kepastian hukum atas insiden maut dalam pesta pernikahan Wakil Bupati Garut, Putri Karlina, dan putra sulung Gubernur Jawa Barat, Maula Akbar.

Peristiwa yang terjadi pada Jumat, 18 Juli 2025, di area Pendopo Kabupaten Garut itu masih menyisakan tanda tanya besar. Hal ini disampaikan langsung oleh Anggota Kompolnas, Yusuf Warsyim, Selasa (26/8).

“Seharusnya Polda Jabar sudah menyelesaikan dan memberikan kepastian hukum. Apakah proses penyelidikannya dapat disimpulkan sebagai peristiwa pidana atau bukan,” ujar Yusuf.

Baca Juga:Mager Keluar Rumah? Ini 10 Aktivitas Self-Healing yang Bisa Kamu Lakukan di Rumah SajaGlowing ala Jang Wonyoung? Ternyata Nggak Perlu Skincare Mahal, Ini Rahasianya!

Yusuf menambahkan, insiden yang menewaskan tiga orang itu perlu segera disikapi secara serius. Apalagi sejak kejadian tersebut, Kompolnas terus memantau jalannya proses penyelidikan oleh pihak kepolisian.

“Pada awal Agustus mungkin penyidik masih melakukan pendalaman. Tapi sekarang kami menduga sudah ada cukup banyak fakta tambahan. Pihak-pihak yang dimintai klarifikasi juga sudah cukup banyak. Jadi, kalau memang ingin memberikan kepastian hukum, menurut pantauan kami ini sudah bisa disimpulkan,” jelasnya.

Yusuf pun mendorong agar Polda Jabar segera memberikan penjelasan resmi kepada publik mengenai tragedi tersebut.

“Karena ini menyangkut tiga korban jiwa. Kalau memang tidak ada unsur pidana, ya sampaikan saja. Intinya Kompolnas ingin ada kepastian,” tegasnya.

Sebelumnya, Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jabar mengaku masih mendalami penyebab insiden dalam pesta rakyat yang digelar di Pendopo Garut sebagai bagian dari rangkaian pernikahan putra Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi, yakni Maula Akbar Mulyadi Putra, dengan Wakil Bupati Garut, Putri Karlina.

Acara tersebut memakan korban jiwa sebanyak tiga orang dan puluhan lainnya luka-luka akibat desak-desakan saat berlangsungnya kegiatan.

Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Hendra Rochmawan, menyampaikan bahwa dalam proses penyidikan, tim telah memeriksa 11 orang saksi.

Baca Juga:Akses Jalan Sementara Saleh Danasasmita Segera Dibuka, Wali Kota Dedie Rachim Tinjau LokasiPasokan Gas ke Industri Kembali Normal, PGN Pastikan Distribusi 100% Aman

“Saat ini kami telah memeriksa 11 orang saksi dari kejadian tragedi antrean di rangkaian acara pernikahan Wakil Bupati Garut dan anaknya KDM,” ujarnya.

0 Komentar