Dugaan 12 Siswa Keracunan MBG, Dinkes Kabupaten Bandung : Tunggu Hasil Uji Lab

Dugaan Keracunan 12 Siswa, Dinkes Kabupaten Bandung : Tunggu Hasil Uji Lab
12 siswa SDN Legokhayam, Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung, diduga mengalami keracunan usai menyantap makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Kamis (21/8) siang. Foto Agi/Jabar Ekspres
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bandung menyatakan masih menunggu hasil uji laboratorium terkait dugaan keracunan makanan yang dialami 12 siswa SDN Legokhayam, Kecamatan Cilengkrang, Kabupaten Bandung pada Kamis (21/8).

Kepala Dinkes Kabupaten Bandung, Yuli Irnawaty, menegaskan pihaknya telah mengikuti prosedur sesuai Permenkes dengan mengambil sejumlah sampel.

“Kami mengambil sampel makanan yang belum dikonsumsi dari dapur, serta sampel muntahan. Semuanya sudah kami kirimkan ke laboratorium provinsi,” kata Yuli, Selasa (26/8/2025).

Baca Juga:12 Siswa SDN Legokhayam Cimenyan Alami Keracunan, Diduga dari Makanan Program MBG!Bupati Bandung Tanggapi Dugaan Keracunan di SDN Legokhayam: Program MBG Tetap Jalan, Pengawasan Diperketat

Ia menjelaskan, pengawasan terhadap program Makanan Bergizi Gratis (MBG) selama ini dilakukan dengan inspeksi sanitasi ke lapangan dan edukasi kepada penjamah makanan.

“Kami memberikan pelatihan terkait cara membersihkan bahan makanan, peralatan, serta pengolahan makanan yang baik dan sehat. Semua penjamah makanan nanti juga dijadwalkan mengikuti pelatihan,” jelasnya.

Selain itu, koordinasi terus dilakukan melalui Satgas MBG Kabupaten Bandung.

“Kami berkoordinasi dengan satgas untuk mitigasi risiko, agar potensi masalah kesehatan bisa diminimalisir,” ujarnya.

Terkait dugaan keracunan, Yuli menepis anggapan bahwa makanan pagi dipakai kembali untuk siang hari.

“Tidak, karena memang masaknya dua kali. Ada yang khusus untuk pagi, ada juga yang untuk siang. Jadi berbeda,” tegasnya.

Sebelumnya, Bupati Bandung Dadang Supriatna menanggapi kasus dugaan keracunan makanan yang dialami 12 siswa SD Negeri Legokhayam, Kecamatan Cilengkrang, Kabupaten Bandung pada Kamis (21/8).

Ia menyebut hingga saat ini penyebab pasti belum bisa dipastikan, apakah berasal dari makanan program Makanan Bergizi Gratis (MBG) atau faktor lain.

Baca Juga:Ratusan Korban Keracunan MBG di Bogor Ternyata Berasal dari Bakteri Telur Ceplok dan Tumis Tauge214 Orang Diduga Keracunan MBG, Pemkot Bogor Tetapkan Status KLB: BGN Tingkatkan Uji Organoleptik

“Menurut informasi yang saya terima, betul ada siswa yang katanya keracunan 12 orang. Tapi apakah ini berasal dari makanan MBG atau tidak, kami belum bisa mendeteksi. Besok mungkin ada informasi lebih jauh lagi,” kata Dadang saat ditemui di Bojongsoang, Jumat (22/8).

Dadang menegaskan pihaknya tidak ingin terburu-buru menyimpulkan. Untuk itu, ia akan menugaskan camat Cilengkrang bersama Dinas Kesehatan melakukan pengecekan di lapangan.

“Saya belum bisa memvonis apakah ini berawal dari MBG atau bukan. Ini masih rumor. Maka saya perintahkan Pak Camat atau saya langsung sidak ke sana bersama Dinas Kesehatan dan ahli gizi untuk memastikan,” tegasnya.

0 Komentar