Meski belum bisa dipastikan sumber penyebabnya, Kang DS sapaan akrabnya menegaskan program MBG akan tetap berjalan.
Ia mengingatkan agar seluruh Satuan Petugas Program Gizi (SPPG) lebih memperketat pengawasan dalam proses pengolahan hingga distribusi makanan.
“Saya selalu menyarankan bagi SPPG yang sudah ada dan sudah beroperasi untuk program makanan bergizi gratis tetap berjalan. Karena di setiap SPPG ada ahli gizi, ada SPPI, ada akunting. Kita juga sudah membentuk satgas di Pemkab Bandung untuk mengawal ini,” jelasnya.
Baca Juga:12 Siswa SDN Legokhayam Cimenyan Alami Keracunan, Diduga dari Makanan Program MBG!Bupati Bandung Tanggapi Dugaan Keracunan di SDN Legokhayam: Program MBG Tetap Jalan, Pengawasan Diperketat
Ia menekankan pentingnya menjaga higienitas mulai dari tahap pra-masak hingga pasca-distribusi makanan.
“Pra dalam waktu masak, setelah masak, setelah pengiriman juga harus dikawal. Termasuk pengelolaan sampahnya, semua harus dibenahi. Insyaallah ini kita kawal supaya tidak terjadi hal serupa,” ungkapnya.
Ia menambahkan, pihaknya rutin melakukan rapat dengan Sekretaris Daerah serta dinas terkait untuk memastikan pelaksanaan program MBG sesuai standar kesehatan.
“Setiap hari, minimal seminggu dua kali, kami selalu diskusi dengan Pak Sekda, termasuk dengan Dinas Kesehatan. Terutama soal hygiene dan sanitasi yang memang penting,” ujarnya.
Ia menegaskan, pemerintah daerah berkomitmen penuh agar program MBG bisa berjalan sukses tanpa menimbulkan persoalan di kemudian hari.
“Saya mendorong program ini harus tetap berhasil dan sukses di Kabupaten Bandung. Insyaallah kita akan terus meminimalisir persoalan-persoalan yang ada,” pungkasnya.
