Akur menyampaikan, pihak desa diminta melakukan pendataan warga yang belum bekerja, serta koordinasi dengan pabrik agar terjalin keselarasan.
“Ini loh sekarang (pabrik) ada kebutuhan misalnya 1 orang atau 10 orang untuk kepentingannya apa,” imbuhnya.
“Nah, sudah nyambung. Karena desa sudah punya database-nya. Orang-orang yang dilatih,” pungkas Akur. (Bas)
