JABAR EKSPRES – Anggota Komisi IV DPRD Jabar Daddy Dohanady tak mempersoalkan proyek infrastruktur dikerja samakan dengan unsur TNI. Menurutnya yang penting adalah optimalisasi layanan publik.
Daddy menuturkan, Gubernur Jabar Dedi Mulyadi memang ingin melibatkan banyak pihak dalam kebijakannya. Itu tidak hanya unsur TNI saja.nTermasuk kali ini dalam pengerjaan proyek infrastruktur.
“Bukan masalah, apapun itu yang utama adalah memberikan layanan publik,” jelasnya, Kamis (21/8).
Baca Juga:Gempa Guncang Karawang Selatan, Sejumlah Rumah dan Gedung RusakAkibat Guncangan Gempa Magnitudo 4,9, Satu Mushalla di Bekasi RobohÂ
Politikus Partai Gerindra itu melanjutkan, melihat hasil kerja lebih baik dari pada mempersoalkan kerja sama dalam pengerjaan proyek tersebut.
“Yang jelas pemimpin tidak akan dianggap jika tidak sukses memberikan pelayanan publik yang maksimal,” cetusnya.
Sebelumnya, rencana kerja sama dengan TNI terkait proyek infrastuktur itu terlihat dalam rencana anggaran dalam Perubahan APBD 2025. Itu disampaikan Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang (DBMPR) Jabar saat rapat dengan Komisi IV, Kamis (13/8).
Di Perubahan APBD 2025 ini, DBMPR juga tengah mengajukan penambahan anggaran untuk beberapa proyek. Di antaranya, untuk rekonstruksi jalan Rp 138,9 miliar, pemeliharaan berkala jalan Rp68,6 miliar, rehabilitasi jalan Rp7 miliar, rekonstruksi jalan yang dikerja samakan dengan TNI Rp10 miliar.
Kemudian ada juga usulan proyek pengamanan sepadan jalan yang dikerja samakan dengan marinir Rp 3,186 miliar, hingga proyek jembatan Rp19,3 miliar.
DBMPR juga menyampaikan realisasi proyek dalam APBD 2025 Murni. Setidaknya ada 50 paket rekonstruksi jalan. Progressnya, 48 paket telah berkontrak.
Rencana proyek rekonstruksi jalan itu total mencapai 186,871 kilometer. Sementara realisasi overlay dan beton mencapai kurang lebih 11,317 kilometer, sementara realisasi anggarannya Rp 205,7 miliar.
Baca Juga:BNPB Pantau Dampak Gempa M4,9 di Jakarta dan SekitarnyaPuskesmas Purwasari Ambruk Saat Hujan Deras, Tidak Ada Korban Jiwa
Selain rekonstruksi jalan, proyek infrastruktur lain yang tengah digarap adalah pemeliharaan berkala. Total ada 39 paket dengan 38 paket telah berkontrak.
Rencananya ada 135,600 kilometer yang akan digarap, realisasinya mencapai kurang lebih 101,764 kilometer, dengan realisasi anggaran Rp174,4 miliar.(son)
