RADAR JABAR – Membeli laptop bekas dapat menjadi langkah cerdas bagi siapa saja yang ingin memperoleh perangkat berkualitas tanpa harus merogoh kocek terlalu dalam. Saat ini, pilihan laptop bekas dengan spesifikasi tinggi dan kondisi layak pakai cukup melimpah di pasaran.
Meski begitu, penawaran harga yang menggiurkan sering kali menyimpan risiko tersembunyi. Jika keliru memilih, biaya perbaikan justru bisa membengkak.
Oleh karena itu, memahami tips dan langkah yang tepat sebelum membeli laptop bekas sangatlah penting agar mendapatkan produk terbaik sekaligus menghindari penyesalan di kemudian hari.
Baca Juga:5 Rekomendasi Mobil untuk Mahasiswa dan Pengemudi PemulaCara Membersihkan NIK KTP di SLIK OJK agar Bisa Mengakses Pinjol Kembali
Konon, jika bisa membeli barang bekas, mengapa harus mengeluarkan biaya mahal untuk membeli yang baru? Tentu saja, berburu barang bekas memiliki kepuasan tersendiri.
7 Tips Beli Laptop Bekas
Jika kalian menginginkan laptop keren dengan harga miring, itu sangat memungkinkan. Namun, tunggu dulu, ada beberapa hal yang sebaiknya kalian perhatikan sebelum mencari laptop bekas.
1. Cek kondisi fisik
Menilai barang dari penampilan luar penting dilakukan. Periksa apakah ada penyok, baret, atau sekadar kotor. Jika ada penyok atau retak, hal itu bisa menjadi bahan untuk menawar harga.
2. Periksa kelengkapan dan garansi
Tidak adanya dus (box) pada laptop tidak sefatal pada ponsel. Yang terpenting adalah adanya adaptor, aksesori pendukung, serta kartu garansi jika masih berlaku. Tanyakan juga apakah garansinya resmi atau garansi distributor. Garansi resmi dapat diklaim langsung ke service center, sedangkan garansi distributor harus diklaim melalui distributor atau toko tempat pembelian.
3. Periksa layar
Tidak ada layar yang benar-benar sempurna, sedikit backlight bleeding biasanya tidak masalah. Namun, perhatikan jika ada light saber, shadow, white spot, dead pixel, atau stuck pixel. Kalian bisa mengeceknya menggunakan situs seperti lcdtech.info. Untuk layar sentuh, pastikan semua area berfungsi normal, termasuk jika menggunakan stylus.
4. Periksa hardware dan fitur
Tes komponen seperti keyboard, touchpad, kamera, speaker, dan port penting, minimal port USB-C.
5. Cek kondisi baterai
Ini sangat penting agar kalian tahu apakah baterai perlu diganti. Cara mudahnya: buka Command Prompt sebagai administrator, ketik powercfg /batteryreport, lalu tekan Enter. Laporan akan tersimpan (umumnya di C:WindowsSystem32battery-report.html). Untuk laptop yang baru digunakan 1–2 tahun, kapasitas baterai biasanya masih di kisaran 80–90% dari kapasitas awal. Jika sudah turun di bawah 70%, pertimbangkan untuk mengganti baterai.
