JABAR EKSPRES – Upaya mewujudkan pemerataan pendidikan berkualitas bagi anak kurang mampu di Jawa Barat semakin ditunjukkan melalui keberadaan Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT).
Di Kota Cimahi, SRT 17 menjadi salah satu sekolah yang memegang peran penting dalam membentuk generasi muda berkarakter.
Kepala Sekolah SRT 17 Cimahi, Adhi Wisnu Suwandhono, menegaskan penerapan muatan lokal berbasis Kepemimpinan Panca Waluya menjadi pondasi dalam mendidik para siswa.
Baca Juga:Pidato Presiden Disambut Aksi Nyata: Jateng Pacu Infrastruktur, SDM, dan Swasembada PanganAtletico Madrid Incar Nico Gonzalez, Proyek Baru di Ujung Bursa Transfer
Menurut Adhi, nilai-nilai Gapura Panca Waluya yang terdiri dari Cageur, Bageur, Bener, Pinter, dan Singer diintegrasikan ke dalam seluruh kegiatan belajar maupun kehidupan siswa di asrama.
“Nilai-nilai ini menjadi pedoman perilaku siswa dalam berinteraksi, belajar, dan berorganisasi. Dengan demikian, siswa diharapkan tumbuh menjadi pribadi yang lebih baik, berkarakter kuat, berdaya saing, dan berakhlak mulia,” ungkapnya saat dihubungi Jabar Ekspres via WhatsApp, Sabtu (16/8).
Tidak hanya menekankan pada aspek kognitif, SRT 17 Cimahi juga memperhatikan kenyamanan siswa di lingkungan asrama.
Adhi menjelaskan, langkah awal yang dilakukan pihak sekolah adalah menumbuhkan motivasi siswa sejak minggu-minggu pertama mereka tinggal di asrama.
“Langkah awal yang kami lakukan adalah menumbuhkan motivasi siswa untuk memiliki harapan, mimpi, dan cita-cita yang diwujudkan melalui visi serta aktualisasi diri dengan semangat Berani–Benar–Berhasil,” jelasnya.
Untuk mendukung hal tersebut, SRT 17 menyelenggarakan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang dirancang khusus.
Program ini, kata Adhi, mencakup pengenalan potensi diri, perencanaan mimpi, kesamaptaan, peningkatan kebugaran, peningkatan asupan gizi, hingga berbagai kegiatan kebersamaan yang mempererat hubungan antarsiswa.
Baca Juga:Drama Transfer Alexander Isak, Ketegangan Jelang Musim Baru Newcastle UnitedMandiri dan Berdaya, 2.000 Keluarga di Brebes Tamatkan Ketergantungan Bansos
Ia juga menegaskan, program ini dirancang agar siswa merasa betah tinggal di asrama dan bersemangat menempuh pendidikan sejak awal.
Selain penguatan karakter, SRT 17 Cimahi juga mendapatkan dukungan finansial dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Stimulus sebesar Rp20 juta yang diberikan oleh Gubernur Jabar menjadi perhatian serius pihak sekolah.
Menurut Adhi, dana tersebut tidak hanya menjadi kado manis bagi siswa, tetapi juga menjadi modal penting dalam pengembangan literasi finansial.
“Stimulus ini dapat dimanfaatkan sebagai modal awal kegiatan pembelajaran wirausaha dalam ekosistem ekonomi digital. Siswa dapat memanfaatkannya untuk mempelajari instrumen perdagangan digital, pemasaran digital, investasi, pasar modal, dan berbagai hal lain yang berkaitan dengan pengembangan literasi finansial,” kata Adhi.
