JABAR EKSPRES – Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Barat (Jabar) menggelar Gerakan Pangan Murah atau GPM di Mapolda Jabar, Kota Bandung, Rabu (13/8/2025), Kegiatan itu dilakukan untuk membantu pemerintah dalam menstabilkan harga pangan.
Kapolda Jabar Irjen Pol Rudi Setiawan mengatakan bahwa gerakan tersebut sengaja dilakukan sebagai bentuk instruksi langsung dari Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Parbowo.
“Kami mendapat arahan dari Mabes polri dari bapak Kapolri agar Polda aktif. Dan ini (GPM) tidak hanya dilakukan di Polda, tetapi di seluruh jajaran polres di lingkungan Polda Jabar,” ujarnya di Mapolda Jabar, Rabu.
Baca Juga:Jelang HUT RI ke-80, Polda Jabar Gelar Gerakan Pangan Murah Selama Lima HariPolrestabes Gelar Pangan Murah, Siapkan 2 Ton Beras SPHP untuk Warga
Selain untuk menstabilkan harga, kegiatan yang akan berlangsung hingga tanggal 17 Agustus 2025 mendatang itu pun, kata Rudi, dilakukan sebagai bentuk kepedulian Polri khususnya Polda Jabar terhdap kebutuhan pokok masyarakat.
“Ada 23 polres (yang melaksanakan GPM), dan kami juga sudah merencanakan setelah tanggal tersebut (17 Agustus), kami akan ciptakan lagi yang level lokal untuk terus menyalurkan (bahan pokok) terutama beras SPHP (kepada masyarakat),” katanya.
Adapun komoditas yang disediakan dalam GPM kali ini, Rudi menyebut yakni berupa beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), telur, hingga beberapa kebutuhan bahan pokok penting (bapokting) lainnya.
“Dari segi harga, ini harga beras (SPHP) itu ditawarkan Rp11 ribu (per kilogram). Ini harga yang sangat dasar di bawah harga eceran tertinggi di pasaran. Selain itu, ada beberapa komoditas pangan lainnya yang juga harganya di bawah harga pasar,” ucapnya.
Maka dengan adanya kegiatan ini, Rudi berharap Polda Jabar dapat terus membantu masyarakat khususnya dalam menyediakan bahan pokok.
“Harapan saya dengan gerakan pangan murah ini masyarakat Jawa Barat bisa menerima manfaatnya. Kami polri bekerja sama dengan perum Bulog akan terus membantu supaya masyarakat bisa mendapatkan pangan dalam harga yang terjangkau atau murah. Kemudian kedua kita juga akan tetap menjamin ketersediaan pangan untuk konsumsi masyarakat,” pungkasnya. (San)
