“Harapannya, Indonesia khususnya Kota Banjar ke depan lebih baik dan lebih sejahtera. Ini sebagai wujud syukur kita atas kemerdekaan RI,” ungkap Kapolres Tyas, mewakili harapan seluruh jajaran Polres Banjar yang turut hadir.
Sementara itu, M. Ahsin Mahrus, selaku Ketua Jam’iyyah Ahlith Thariqah al-Mu’tabarah an-Nahdliyah (Jatman) NU Kota Banjar sekaligus salah satu penggagas utama acara, menjelaskan filosofi di balik kolaborasi yang erat antara unsur keagamaan dengan TNI-Polri dalam acara ini.
“Kenapa kita kolaborasi bersinergi dengan TNI Polri? Karena ibaratnya TNI Polri yang menjaga keamanan dhohir, kami yang menjaga keamanan bathin,” jelas Ahsin Mahrus dengan gamblang.
Baca Juga:Komitmen dalam Pemenuhan Hak Anak, Jateng Kembali Diganjar Penghargaan Provinsi Layak Anak Koperasi Desa Merah Putih Akan Diisi Tenaga P3K, Pemprov Jateng Masih Tunggu Juknis
Ahsin Mahrus juga menegaskan komitmen seluruh elemen masyarakat, termasuk para ulama dan santri, sebagai bagian integral dari anak bangsa dalam menyambut dan memaknai kemerdekaan.
Keikutsertaan mereka dalam acara ini bukan sekadar kehadiran fisik, melainkan bentuk tanggung jawab moral dan spiritual untuk ikut mendoakan dan membangun negeri.
Suara lantang dzikir dan doa yang menggema di halaman Mapolres Banjar malam itu menjadi saksi bisu harapan kolektif. Ratusan orang dari berbagai latar belakang itu secara simbolis mengetuk pintu langit, memohon dengan penuh keyakinan agar Indonesia, tanah air tercinta, senantiasa dilimpahkan rahmat, dijauhkan dari bala, dan diwujudkan menjadi bangsa yang adil, makmur, sejahtera, dan penuh barokah.
Acara yang berlangsung tertib dan penuh kekhidmatan ini ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh ulama, mengiringi harapan besar menuju Indonesia Emas di masa depan. (CEP)
