Namun, proses penggalangan dana itu mendadak terhenti. Pemerintah Desa Wangunharja mengundang panitia bermusyawarah setelah ada informasi Pemkab Bandung Barat mungkin akan mengambil alih perbaikan.
“Kami masih menunggu kepastian, apakah masuk anggaran perubahan 2025 atau APBD murni,” ujar Widi.
Sayangnya, kabar itu masih simpang siur. Dalam unggahan media sosial Bupati Jeje Ritchie Ismail, jalan Cicalung tidak masuk daftar prioritas perbaikan.
Baca Juga:Jalan di Bundaran Jati Cimahi Diperlebar, Habiskan Rp2,2 Miliar dari APBDJalan Panorama dan Maribaya Masih Dilanda Banjir, Warga Kritik Solusi Pemda yang Setengah Hati
“Hal ini membuat warga ragu untuk menunggu atau tetap melanjutkan perbaikan mandiri,” katanya.
Ia menambahkan, saat ini, lubang-lubang di jalan Wangunharja terus melebar. Truk sayur harus menambah waktu tempuh karena harus pelan-pelan melewati bagian rusak. Biaya transportasi naik, hasil panen bisa rusak di perjalanan, dan kecemasan akan kecelakaan selalu menghantui.
“Kami hanya ingin bisa melintas dengan aman. Kalau janji itu terealisasi, kami semua akan sangat terbantu,” katanya.
“Bagi warga Wangunharja, janji perbaikan jalan bukan sekadar proyek infrastruktur. Itu adalah harapan untuk hidup lebih layak, aman, dan sejahtera. Dan hingga hari ini, harapan itu masih menunggu untuk benar-benar sampai di ujung jalan,” pungkas Widi.
Sementara itu, Kepala Desa Wangunharja, Sukmara, mengatakan pihaknya tetap menyiapkan proposal perbaikan sambil mencari dukungan dari legislatif.
Ia mengaku sudah berkomunikasi dengan anggota DPRD Bandung Barat untuk mendorong dinas terkait segera bertindak.
Namun, ia juga mengakui, jika menunggu terlalu lama, kerusakan akan semakin parah dan biaya perbaikan akan melonjak.
Baca Juga:Sempat Dikeluhkan Warga, Jalan Parakan – Patean Mulai DiperbaikiDukung Penuh Perbaikan Jalan, Bupati Bogor Apresiasi Aksi Cepat DPUPR
“Saya minta warga bersabar. Kalau pemerintah jadi memperbaiki, perbaikan swadaya akan mubazir,” tegasnya. (Wit)
