Jalan di Bundaran Jati Cimahi Diperlebar, Habiskan Rp2,2 Miliar dari APBD

Proyek Infrastruktur Bundaran Jati Habiskan Rp2,2 Miliar dari APBD Cimahi
Pembangunan Bundaran Jati dengan menggunakan Material Sandstein yang di klaim Lebih Kuat Dari Batu Andesit/Firman Satria/Jabar Ekspres
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Kawasan Bunderan Jati di Kota Cimahi tengah dibenahi. Pemerintah setempat menggelontorkan anggaran Rp2,2 miliar dari APBD untuk proyek pelebaran jalan dan penataan infrastruktur di titik tersebut.

Pekerjaan yang dilakukan mencakup pembangunan saluran air, trotoar, pelebaran jalan, serta penataan lanskap. Proyek ini juga mencakup sistem ducting dan sejumlah infrastruktur pendukung lain yang terintegrasi.

Meskipun disebut “bundaran”, kawasan ini sebenarnya belum berbentuk bundaran murni. Namun, Pemkot Cimahi berencana mengubah bentuknya agar menjadi bundar simetris sesuai arahan pimpinan daerah.

Baca Juga:Persib Siap Tempur di Super League dan ACL 2, Bojan Hodak Targetkan Start SempurnaChelsea Serius Incar Garnacho, MU Siap Lepas di Harga Diskon

Jabatan Fungsional (Jafung) Teknik Jalan dan Jembatan Ahli Muda Bina Marga, Made Wardana, mengatakan bahwa material yang digunakan untuk trotoar adalah Sandstein produk pabrikan yang menyerupai batu andesit, namun diklaim lebih kuat.

“Sandstein ini jenisnya mirip tegel, warnanya menyerupai batu andesit, tetapi merupakan hasil cetakan pabrik. Produk ini diklaim lebih kuat dibandingkan batu andesit alam. Produksinya dari PT Cisangkan yang berlokasi di Cijerah, Bandung,” ujar Made saat ditemui Jabar Ekspres di ruang kerjanya, Jumat (8/8).

Ia menambahkan, jenis pekerjaan dalam proyek ini meliputi beberapa elemen penting, di antaranya pembangunan saluran air menggunakan box culvert dan yudit, pelebaran badan jalan dengan perkerasan lentur, serta pembangunan trotoar menggunakan Sandstein.

“Untuk perkerasan jalan, kami menggunakan metode perkerasan lentur, bukan rigid pavement. Struktur lapisannya terdiri dari LPB setebal 30 sentimeter, LPA setebal 15 sentimeter, lalu dilapisi AC-BC setebal 7,5 sentimeter. Tahapan terakhir adalah pengaspalan menggunakan metode hot mix,” terang Made.

Made menyatakan, spesifikasi teknis yang digunakan telah sesuai dengan standar konstruksi jalan baru yang berlaku, khususnya dalam konteks kekuatan dan daya tahan lapisan permukaan.

“Karena ini jalan baru, maka harus ada lapisan AC-BC-nya untuk menahan beban lalu lintas. Ini sudah sesuai desain dan kebutuhan kekuatan konstruksi jalan,” imbuhnya.

Terkait mitigasi terhadap potensi banjir di kawasan tersebut, Made menegaskan bahwa wilayah Bunderan Jati memang memiliki kerentanan terhadap genangan air saat hujan deras.

Baca Juga:Jay Idzes Sepakat Gabung Torino hingga 2029, Selangkah Lagi Cetak Sejarah di Serie AKebencanaan untuk Semua, Jateng Latih Penyandang Difabel Hadapi Situasi Darurat

Oleh karena itu, pihaknya telah mendesain saluran air dengan dimensi 80 x 80 sentimeter sebagai upaya antisipasi.

0 Komentar