Bongkar Taktik Licik Perusahaan yang Buat Motor Zaman Sekarang Cepat Rusak

Motor Zaman Sekarang Cepat Rusak
Motor Zaman Sekarang Cepat Rusak
0 Komentar

Menariknya, fenomena serupa tidak hanya terjadi pada produk otomotif. Sebagai pengguna ponsel, Anda mungkin juga menyadari bahwa ponsel lama semakin terasa lambat, bahkan tidak lagi kompatibel dengan aplikasi versi terbaru.

Dukungan pembaruan sistem pun sudah dihentikan. Padahal, dari sisi spesifikasi perangkat keras, beberapa ponsel lama seharusnya masih mampu bekerja dengan baik jika tetap menggunakan sistem versi sebelumnya. Namun, begitu diperbarui ke sistem terbaru, performanya justru menurun drastis.

Memang, sebagian pihak kerap mengaitkan penurunan performa perangkat lama dengan penambahan berbagai fitur baru dalam sistem operasi terbaru, sehingga membuat kinerja perangkat menjadi lebih berat. Namun, sebenarnya bukan hanya itu penyebabnya. Ada satu fenomena yang lebih mendasar, yaitu apa yang dikenal dengan istilah planned obsolescence atau keusangan yang direncanakan.

Baca Juga:Berhenti Berhemat, Ini 7 Cara Realistis Dapat Rp1 Miliar Pertama Tanpa Warisan4 Cara Mendapatkan Rp100 Juta Pertama Tanpa Modal yang Bisa Anda Coba Sekarang

Artinya, produk memang secara sengaja dirancang agar hanya bertahan dalam jangka waktu tertentu. Ketika masa pakainya sudah dianggap cukup, produk tersebut akan mengalami kerusakan atau penurunan performa secara alami, sesuai dengan perencanaan pabrikan.

Apakah ini sebuah bentuk kejahatan? Dan apakah hal ini merugikan?

Tentu tidak, setidaknya tidak bagi produsen.

Justru, strategi ini sangat menguntungkan bagi pihak pabrikan. Sayangnya, yang diuntungkan bukanlah konsumen, melainkan perusahaan pembuat produk tersebut.

Salah satu contoh paling terkenal dari praktik ini adalah kasus “Batterygate” yang melibatkan Apple. Jika ingin mengetahui lebih dalam, Anda dapat mencarinya secara mandiri. Namun, secara garis besar, kasus ini terjadi sekitar tahun 2017, ketika Apple meluncurkan versi sistem operasi iOS terbaru. Beberapa perangkat lama juga mendapat pembaruan sistem tersebut. Akan tetapi, setelah diperbarui, bukannya meningkat, justru kinerja iPhone menjadi semakin lambat.

Apple berdalih bahwa perlambatan ini bertujuan untuk mencegah perangkat mati mendadak akibat performa baterai yang sudah menurun. Namun, publik mencurigai bahwa ini hanyalah cara halus untuk mendorong pengguna perangkat lama agar membeli iPhone baru. Akhirnya, praktik ini terbongkar, dan Apple dikenai sanksi denda di sejumlah negara.

Tentu masih banyak kasus lain yang serupa. Namun, karena topik kita kali ini berfokus pada dunia otomotif, mari kita hubungkan fenomena ini dengan industri sepeda motor di Indonesia.

0 Komentar