Bongkar Taktik Licik Perusahaan yang Buat Motor Zaman Sekarang Cepat Rusak

Motor Zaman Sekarang Cepat Rusak
Motor Zaman Sekarang Cepat Rusak
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Seperti yang telah berkali-kali kami bahas, umur motor-motor keluaran terbaru saat ini tidak bisa diprediksi. Baru dibeli hari ini, besok bisa saja sudah bermasalah. Bahkan, baru melakukan pembayaran uang muka pagi ini, minggu depan rangkanya sudah perlu diganti.

Mengapa produk sepeda motor zaman sekarang terasa berbeda? Baik dari segi mesin, bodi, hingga rangka, banyak sekali masalah yang bermunculan. Apakah ini bentuk kerusakan yang disengaja atau direncanakan?

Merek sepeda motor Jepang selama ini dikenal laris manis di Indonesia. Salah satu alasannya adalah desain yang menarik, konsumsi bahan bakar yang irit, serta mesin yang terkenal tangguh. Yamaha memiliki model andalan seperti Scorpio dan Jupiter, Kawasaki dengan KLX dan Ninja series, dan Suzuki yang meskipun desainnya sering dikritik, tetap diakui akan kualitas mesinnya.

Baca Juga:Berhenti Berhemat, Ini 7 Cara Realistis Dapat Rp1 Miliar Pertama Tanpa Warisan4 Cara Mendapatkan Rp100 Juta Pertama Tanpa Modal yang Bisa Anda Coba Sekarang

Dalam hal efisiensi bahan bakar, dulu Honda adalah raja. Ketiga pesaingnya tidak ada yang mampu menyaingi keiritan motor Honda. Bahkan, saking iritnya, muncul candaan bahwa motor Honda cukup mencium bau bensin saja sudah bisa diajak sunmori ke luar kota. Ada juga yang mengatakan, “Motor Honda cukup mengendus aroma pertalite saja sudah menyala.” Inilah gambaran betapa tangguh dan hematnya motor Jepang di masa lalu.

Pabrikan Cina memang sempat populer dengan produk tiruannya, namun tidak bertahan lama karena kualitasnya masih jauh di bawah standar Jepang. Namun kini, keadaannya justru terbalik. Produk-produk dari Tiongkok semakin membaik, baik di sektor otomotif maupun elektronik, sementara pabrikan Jepang justru dinilai mengalami penurunan kualitas.

Contohnya, banyak keluhan tentang motor baru yang rangkanya cepat keropos, bahkan bagian depan sasis sudah tampak retak atau hampir patah. Beberapa kasus menunjukkan bagian rangka melengkung ke belakang, yang jelas sangat membahayakan.

Perlu kami tegaskan, yang kami maksud di sini adalah pabrikan Jepang yang beroperasi di Indonesia, khususnya Honda dan Yamaha.

Lalu, mengapa hal ini bisa terjadi? Apakah karena efisiensi biaya, atau justru merupakan bagian dari strategi terencana?

Modus Penurunan Kualitas Motor Sebagai Penarik Uang

0 Komentar