Gus Ipus: Sekolah Rakyat Sudah Beroperasi di 70 Titik 

Sekolah Rakyat
Menteri Sosial Republik Indonesia Saifullah Yusuf saat mengunjungi Sekolah Rakyat Wyata Guna di Jalan Padjajaran, Kota Bandung, Sabtu, 9 Agustus 2025.
0 Komentar

BANDUNG – Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengunjungi Sekolah Rakyat Wyata Guna di Jalan Padjajaran, Bandung, Sabtu, 9 Agustus 2025. Dalam wawancara dengan media, ia memaparkan perkembangan program Sekolah Rakyat yang kini telah beroperasi di 70 titik di seluruh Indonesia.

“Insyaallah, pada 15 Agustus mendatang, jumlahnya akan bertambah menjadi 100 titik setelah sarana dan prasarana rampung. Pada September, kami targetkan tambahan 59 titik, sehingga total mencapai 159 titik, merata dari Sabang sampai Merauke,” ujar Saifullah-akrab disapa-Gus Ipus.

Meski program ini berjalan lancar, Gus Ipul mengakui adanya tantangan, seperti pengunduran diri 9,7% guru yang telah lolos seleksi melalui Badan Kepegawaian Negara (BKN). “Kami hormati keputusan mereka dan telah menyiapkan pengganti agar proses belajar-mengajar tidak terganggu,” katanya.

Baca Juga:Milad ke-22 BFC Diisi dengan Kajian Inspiratif, Edwin Senjaya: Bersyukur dan Terus Berbagi Manfaat untuk MasyaKebijakan Ugal-ugalan KDM: Ramai-Ramai Tantang Rombel 50 Siswa

Selain itu, sekitar 1,4% siswa juga mengundurkan diri. “Kami masih memberikan kesempatan kepada siswa dan orang tua untuk mempertimbangkan kembali. Jika tidak kembali, kami akan mengisi kuota dengan calon siswa lain yang sudah memenuhi syarat,” jelasnya.

Gus Ipul menegaskan bahwa Sekolah Rakyat berbeda dengan sekolah umum karena tidak menerapkan tes akademik. “Kami menggunakan talent mapping untuk mengidentifikasi potensi siswa sebagai panduan pembelajaran. Masa matrikulasi juga lebih fleksibel,” tambahnya.

Program Sekolah Rakyat diharapkan menjadi solusi pendidikan inklusif yang menjangkau masyarakat luas, dengan fokus pada pengembangan potensi individu tanpa hambatan tes akademik. (bbs)

0 Komentar