JABAR EKSPRES – Gubernur Jabar Dedi Mulyadi (Demul) merespons santai atas gugatan yang dilayangkan Forum Kepala Sekolah Swasta atau FKSS Jabar. Bahkan pihaknya mengaku berterima kasih, sebagai koreksi.
“Terima kasih pada sahabat dari FKSS dan 8 organisasi yang telah gugat ke PTUN,” katanya, Kamis (7/8/2025).
Mantan Bupati Purwakarta itu menuturkan, gugatan tersebut atas keputusannya yang berupaya mengakomodir agar anak-anak bisa bersekolah di sekolah negeri. Dengan menerbitkan kebijakan penambahan rombongan belajar (rombel).
Baca Juga:Selangkah lagi, FKSS Gugat Kebijakan Dedi Mulyadi ke PTUNFKSS Jabar Ancang – Ancang Gugat Kebijakan Penambahan Rombel ke PTUN
Dari kebijakan itu setidaknya ada 47 ribu anak sudah sekolah dan tercatat dalam data pokok pendidikan (Dapodik). “Ini kan jadi harapan dan kebahagiaan bagi orang tua. Dibanding mereka (anak-anak.red) tidak sekolah,” cetusnya.
Kendati begitu, Gubernur Demul mengaku berterima kasih atas gugatan yang dilayangkan FKSS Jabar. “Ini bagian koreksi bagi saya secara yuridis,” sambungnya.
Ia menegaskan, selama ini Jabar memang mengalami keterlambatan dalam penyediaan sarana sekolah. Khususnya pembangunan sekolah.
Bahkan dalam rancangan APBD 2025 sebelum ada pergeseran, tercatat anggaran rehab sekolah adalah Rp0 rupiah. Baru setelah pergeseran dialokasikan hampir Rp360 miliar dan di APBD Perusahaan nanti hampir Rp450 miliar.
Demul menerangkan, berdasarkan data statistik yang didapat, jumlah sekolah swasta di Jabar terus bertambah. Sementara jumlah siswa sekolah swasta menurun.
“Di 2025 saja ada 67 sekolah baru. Ini kan bisa rebutan. Harapanya nanti pembangunan sekolah baru menyesuaikan kondisi daerah,” tutupnya. (son)
Reporter: Hendrik Muchlison
