Angkot Pintar Angklung Dibanderol Rp400 Jutaan, Pemkot Bandung Tak Mampu Beli?

Petugas memperhatikan purwarupa angkot listrik pintar yang diproduksi oleh perusahaan karoseri PT Marlip Indo
Petugas memperhatikan purwarupa angkot listrik pintar yang diproduksi oleh perusahaan karoseri PT Marlip Indo Mandiri saat diperkenalkan di Kantor Dinas Perhubungan Kota Bandung, Gedebage, Senin (4/8). Foto: Dimas Rachmatsyah / Jabar Ekspres
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung memperkenalkan prototipe angkot pintar bertenaga listrik yang diberi nama Angklung (Angkutan Kota Listrik Bandung). Kendaraan ini digadang-gadang sebagai solusi transportasi publik masa depan yang ramah lingkungan, hemat biaya operasional, dan dilengkapi fitur canggih seperti CCTV, WiFi, AC, hingga pelacakan GPS.

Namun, di balik sederet keunggulan tersebut, harga unit yang mencapai Rp360 juta hingga Rp400 juta menjadi sorotan.

Kepala Bidang Pengendalian dan Operasional Dinas Perhubungan Kota Bandung, Asep Kuswara, mengatakan bahwa kendaraan ini dirancang untuk menjawab berbagai tantangan angkot konvensional terutama dari sisi kenyamanan dan keamanan penumpang.

Baca Juga:Tak Layani Pemesan Bendera One Piece Meski Jadi Primadona Jelang HUT RI, Pedagang: Takut Melanggar HukumSemarak HUT ke‑80 RI, Pemkab Bogor Gelar Puluhan Kegiatan Meriah Selama Agustus

“Di dalam angkot ini dipasang CCTV yang terus dipantau. Karena kita tahu, di angkot sering terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, termasuk pelecehan seksual atau tindakan kriminal lainnya,” jelas Asep, Selasa (5/8)

Angkot dengan kapasitas 14 penumpang dan 1 sopir ini juga dilengkapi dengan AC dan WiFi, serta akan terhubung dengan aplikasi digital untuk mengetahui posisi kendaraan secara real-time.

Keunggulan lain dari Angklung terletak pada efisiensi biaya dan dampak lingkungannya. Sebagai kendaraan listrik, angkot ini tidak memerlukan bahan bakar minyak, oli, atau pelumas.

“Kalau angkot biasa, BBM sehari bisa habis Rp120 ribu. Kalau ini hanya Rp20 ribu untuk satu kali pengisian daya, bisa menempuh 200 kilometer,” beber Asep.

Dengan kecepatan maksimal 80 km/jam, kendaraan ini diklaim mampu memberikan performa optimal untuk kebutuhan dalam kota. Ditambah lagi, pajak kendaraan ini tergolong sangat murah: Rp20 ribu per tahun untuk STNK.

Angkot Angklung merupakan produk buatan PT Marlip, produsen dalam negeri yang juga menyuplai kendaraan listrik ke berbagai wilayah. Komponen utamanya menggunakan produk lokal dengan Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) di atas 70 persen.

“Rangkanya beli dari Krakatau Steel. Ini produk anak bangsa, jadi mereka dorong untuk dipromosikan,” ujar Asep.

Baca Juga:Pemkot Bandung Belum Pastikan Pembelian Angkot Pintar “Angklung”, Dishub: Masih PrototipeTransaksi Digital Diawasi Negara Lewat Payment ID, Langkah Maju atau Ancaman Privasi?

Namun, tak bisa dipungkiri, harga satu unit Angklung yang mendekati Rp400 juta menjadi tantangan besar. Asep mengakui bahwa untuk saat ini, kendaraan tersebut masih sebatas prototipe, dan Pemerintah Kota Bandung belum memiliki rencana pembelian massal.

0 Komentar