Viral! Aksi Heroik Bidan Seberangi Sungai Demi Obati Pasien di Wilayah Terisolasi

Viral! Aksi Heroik Bidan Seberangi Sungai Demi Obati Pasien di Wilayah Terisolasi
Viral! Aksi Heroik Bidan Seberangi Sungai Demi Obati Pasien di Wilayah Terisolasi
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Sosok bidan bernama Dona Lubis (46) menjadi viral di media sosial setelah tindakannya yang nekat berenang menyeberangi Sungai Batang Pasaman, Sumatera Barat, hanya demi menolong seorang pasien yang membutuhkan perawatan medis.

Peristiwa ini terjadi setelah jembatan penghubung satu-satunya ke Kejorongan Sinuangon, Nagari Cubadak Barat, Kecamatan Dua Koto, Kabupaten Pasaman putus akibat banjir besar pada Jumat, 1 Agustus 2025.

Akibatnya, dua daerah Kejorongan Sinuangon dan Kejorongan Batang Kundur terisolasi total dari wilayah lainnya.

Baca Juga:Cara Cek Bansos PKH BPNT Bulan Agustus 2025 Lewat HP, Cek Status dan Nama Penerima DisiniAda Pemutihan Pajak Kendaraan Jakarta Berlaku hingga 31 Agustus 2025, ini Lokasi Samsat dan Cara Manfaatkannya

Meskipun menghadapi rintangan berat, Dona yang dikenal sebagai bidan teladan tetap berusaha mengunjungi pasien penderita tuberkulosis (TBC) di kampung terisolasi tersebut. Aksi heroiknya ini pun sontak menyita perhatian publik.

Profil Bidan Viral Dona Lubis

Dona merupakan warga Desa Andilan, Jorong Setia, Nagari Simpang Tonang Selatan, Kecamatan Dua Koto.

Ia telah mengabdi sebagai aparatur sipil negara (ASN) di bidang kesehatan sejak tahun 1999 di Kabupaten Pasaman.

Kisah nekatnya bermula ketika ia baru saja menyelesaikan pelatihan di Pekanbaru.

Sekembalinya ke Pasaman, ia segera menerima kabar bahwa pasien yang telah lama menghubunginya sangat membutuhkan pertolongan.

Tanpa menunda, Dona menyewa kendaraan seharga Rp400 ribu pulang-pergi untuk mencapai lokasi.

Namun, setibanya di daerah Lanai, ia dikejutkan oleh kabar bahwa jembatan menuju desa tujuan telah roboh total akibat banjir.

Baca Juga:Klaim Kode Redeem ML Hari ini, Dapatkan Hero, Skin, hingga Item Langka GratisCara Cepat Tambah Saldo DANA Gratis hingga Rp390 Ribu Hanya Bermain Game

“Saya kira masih bisa dilewati jalan kaki. Tapi ternyata jembatannya benar-benar putus dan tidak bisa dilalui sama sekali,” ungkap Dona.

Karena tak ada jalan alternatif dan pasien beserta keluarganya menunggu di seberang, Dona memutuskan berenang menyeberangi sungai, meski tanpa perlengkapan khusus.

Perjalanan menuju lokasi pasien bukan perkara mudah. Dona harus melintasi hutan, menaklukkan jalan berlumpur sejauh 27 kilometer, bahkan sempat tiga kali jatuh dari sepeda motor sebelum tiba di lokasi.

“Ini bukan pertama kali saya ke desa itu. Tapi ini pertama kalinya saya harus berenang karena jembatan putus,” ujarnya.

Dona mengungkapkan, meski di desa tersebut ada bidan lain, warga tetap mempercayakan penanganan medis kepada dirinya karena hubungan emosional yang erat telah terjalin selama bertahun-tahun.

0 Komentar