Aksi Dona tidak hanya terjadi sekali. Ia juga berenang kembali ke seberang sungai saat pulang usai merawat pasiennya.
Untungnya, ia memiliki kemampuan berenang sejak duduk di bangku SMA dan sempat mengikuti perlombaan renang.
“Dulu saya sering ikut lomba renang di sekolah. Jadi saat harus menyeberangi sungai, saya tidak terlalu takut,” tuturnya.
Baca Juga:Cara Cek Bansos PKH BPNT Bulan Agustus 2025 Lewat HP, Cek Status dan Nama Penerima DisiniAda Pemutihan Pajak Kendaraan Jakarta Berlaku hingga 31 Agustus 2025, ini Lokasi Samsat dan Cara Manfaatkannya
Kini, pasien yang ia rawat telah dinyatakan sembuh. Namun, Dona berharap peristiwa ini menjadi perhatian serius bagi pemerintah.
Dona menyampaikan harapannya agar pemerintah segera memperbaiki infrastruktur, khususnya jembatan dan akses jalan ke wilayah terisolasi seperti Kejorongan Sinuangon.
“Semoga kejadian ini menjadi titik balik agar kampung-kampung terpencil tidak lagi terabaikan. Infrastruktur yang layak adalah kunci keselamatan dan kesehatan masyarakat,” ucap Dona.
