JABAR EKSPRES – Pemerintah Kota Cimahi melalui Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) terus memperkuat komitmen dalam melestarikan warisan budaya, baik yang berbentuk kebendaan maupun tak benda.
Salah satu fokus utama saat ini adalah penetapan dan pelestarian cagar budaya serta pengenalan kembali aksara Sunda kuno kepada generasi muda.
Kepala Disbudparpora Kota Cimahi, Achmad Nuryana, menjelaskan Cimahi merupakan daerah yang kaya akan bangunan bersejarah peninggalan masa kolonial Hindia Belanda.
Baca Juga:Komis I DPRD Jabar Prihatin atas Fenomena Barbar Media Sosial, Kritik KPID hingga Langkah DiskominfoBPBD Catat 3.373 Jiwa Terdampak Kekeringan di Kabupaten Bogor, 45.000 Liter Air Telah Didistribusikan
Ia melanjutkan, banyak di antaranya yang kini digunakan sebagai markas militer dan memiliki nilai historis tinggi.
“Karenanya, Kota Cimahi dikenal dengan bangunan yang tak lepas dari nilai sejarah. Untuk itu, Pemerintah Kota Cimahi bakal berkolaborasi dengan tim ahli cagar budaya yang berkompeten agar dapat menilai satu benda atau apapun sebagai cagar budaya,” ujarnya saat dikonfirmasi Jabar Ekspres, Senin, (4/8/2025)
Achmad menjelaskan, penetapan status cagar budaya tidak bisa dilakukan sembarangan. Ada sejumlah kriteria yang harus dipenuhi berdasarkan Undang-Undang tentang Cagar Budaya.
“Tidak serta-merta satu bangunan bisa langsung ditetapkan sebagai cagar budaya. Perlu kajian dari tim ahli,” ujarnya.
Hasil kajian tim ahli cagar budaya tahun 2025, bahkan telah melahirkan sebuah buku yang mendokumentasikan bangunan-bangunan yang telah ditetapkan maupun yang diduga sebagai cagar budaya di Cimahi.
Saat ini, ada 12 bangunan di Kota Cimahi yang telah ditetapkan sebagai cagar budaya melalui Surat Keputusan (SK) Wali Kota Cimahi.
Namun upaya pelestarian tak berhenti di situ. Disbudparpora masih terus menelusuri sekitar 50 bangunan lain yang diduga memiliki nilai sejarah dan layak ditetapkan sebagai cagar budaya.
Baca Juga:Atasi Kekeringan, BPBD Distribusikan Air Bersih untuk Masyarakat di Kabupaten Bogor Kasus Kekerasan Seksual di Cimahi Meningkat, Mayoritas Korban Berasal dari Keluarga Ekonomi Lemah
“Bangunan-bangunan tersebut memiliki ragam gaya arsitektur, termasuk yang bercorak Art Deco, yang merupakan gaya arsitektur dominan di masa kolonial,” ungkap Achmad.
Tak hanya bangunan, ada juga bentuk warisan budaya lainnya seperti makam, patung fang, serta manuskrip dengan aksara Sunda kuno. Namun sejauh ini, belum ditemukan prasasti di wilayah Kota Cimahi.
Selain bangunan, Disbudparpora juga mendorong pelestarian aksara Sunda kuno. Cimahi dinilai memiliki potensi besar karena ada tokoh lokal yang mampu membaca, menerjemahkan, bahkan menulis aksara tersebut.
