JABAR EKSPRES – Aplikasi NITG yang mengkalim sebagai aplikasi legal atau resmi karena sedang mengajukan perijinan ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK), sepertinya mulai goyang, bahkan diprediksi bisa terbukti scam pada pekan depan.
Aplikasi NITG yang berkembang di Indonesia awalnya diduga terafiliasi dengan perusahaan NITG (NITG Inc) asli yang bergerak di bidang pengembangan teknologi kuantitatif AI.
Aplikasi ini kemudian berkembang menjadi investasi mata uang kripto yang canggih dan menyediakan solusi pemrosesan teknologi informasi kuantitatif AI untuk organisasi mitra seperti yang ada di Indonesia.
Baca Juga:Jadi Aplikasi Zombie, Aplikasi Risetcar Masih Hidup Meski Sudah Diblokir Satgas PastiGame Upin & Ipin Universe Dapat Kritik Pedas, Pengembang Buka Suara
NITG resmi didirikan pada tahun 2013 dan berkantor pusat di Washington, D.C. Pada tahun 2017, perusahaan ini mulai berinvestasi dalam penelitian dan pengembangan teknologi perdagangan kuantitatif dan membentuk divisi baru untuk mengoperasikan platform NITG secara independen pada tahun 2024.
Sebagai perusahaan inovasi teknologi kuantitatif terkemuka di dunia, NITG menggabungkan kecerdasan buatan, teknologi blockchain, dan analitik data besar, serta memiliki ruang server yang dioperasikan secara independen untuk menyediakan layanan solusi teknologi yang efisien dan aman bagi para mitra.
NITG berkomitmen untuk memimpin masa depan teknologi kuantitatif AI melalui teknologi inovatif dan layanan berkualitas tinggi.
Pada 2024, NITG mulai masuk di Indonesia, dan aplikasi ini membuat gebrakan dengan memberikan bonus pendaftaran hingga Rp480.000 untuk investor barunya yang mendaftar.
Tak ayal, aplikasi ini langsung booming dan jumlah anggota barunya langsung meningkat pesat.
Namun setelah itu, banyak yang curiga, bahwa aplikasi ini bukanlah NITG resmi karena skema keuntungan dari investasinya sangat tinggi hingga sampai di angka yang dinilai tidak masuk akal.
Kecurigaan mulai timbul saat ada skema prekrutan member baru dengan komisi yang tinggi, sehingga aplikasi ini juga mulai terindikasi sebagai ponzi.
Baca Juga:Sule Ungkap Jadi Korban Game Online Roblox, Tagihan Bengkak Hingga Puluhan JutaUntung Sampai 270 Persen, Benarkah Investasi di Aplikasi Risetcar Aman?
Ditambah lagi, aplikasi ini menerapkan pola promosi yang sama dengan aplikasi ponzi lainnya, yakni dengan menggelar berbagai acara sosial sebagai kedok untuk mencari simpati member baru.
Kini tanda-tanda aplikasi ini sebagai scamer juga mulai nyata terlihat sejak diadakannya undian keberuntungan yang mulai berlaku pada 4 Agustus 2025 sekarang.
