JABAR EKSPRES – Pemerintah Kota Cimahi terus menggenjot upaya pelestarian kebudayaan, termasuk peninggalan sejarah berbentuk benda maupun nonbenda.
Melalui Dinas Kebudayaan Pariwisata Kepemudaan dan Olahraga (Disbudparpora), Pemkot Cimahi menaruh perhatian serius terhadap bangunan-bangunan peninggalan era kolonial Hindia Belanda yang kini masih berdiri dan sebagian besar dimanfaatkan sebagai markas militer.
Kepala Disbudparpora Kota Cimahi, Achmad Nuryana, menyebut Cimahi kaya akan bangunan bersejarah yang menyimpan nilai arsitektur dan sejarah tinggi.
Baca Juga:Kapolda Jabar Tegaskan Larangan Keras Terhadap Aktivitas Geng Motor di Wilayah Hukum Polda JabarKapolda Jabar Tegaskan Pemberantasan Premanisme di Seluruh Wilayah Hukum Polda Jabar
Oleh karena itu, Achmad menegaskan Pemkot akan menggandeng tim ahli cagar budaya untuk melakukan penilaian terhadap objek-objek yang memiliki potensi ditetapkan sebagai cagar budaya.
“Karena dalam menentukan cagar budaya ada beberapa kriteria yang mesti dipenuhi atau mengacu pada Undang-Undang tentang Cagar Budaya,” ujar Achmad saat dikonfirmasi Jabar Ekspres, Sabtu 2 Agustus 2025.
Achmad menjelaskan, penetapan suatu bangunan sebagai cagar budaya tidak bisa dilakukan secara sembarangan. Harus melalui kajian mendalam dari tim ahli.
“Ada sebuah buku yang diterbitkan oleh tim, di mana telah mengeluarkan beberapa bangunan yang telah ditetapkan sebagai cagar budaya, dan juga ada objek yang diduga sebagai cagar budaya,” terangnya.
Saat ini, lanjut Achmad, Kota Cimahi telah memiliki 12 cagar budaya yang ditetapkan melalui Surat Keputusan Wali Kota Cimahi. Seluruhnya merupakan hasil kerja dari Disbudparpora yang konsisten menelusuri nilai-nilai sejarah di kota tersebut.
“Ke depan Disbudparpora bakal terus menelusuri bangunan yang bakal dijadikan cagar budaya,” katanya.
Berdasarkan data Disbudparpora, saat ini terdapat sekitar 50 bangunan yang diduga sebagai cagar budaya. Namun, semuanya harus melalui proses kajian terlebih dahulu.
Baca Juga:Tiga Calon Ketua KNPI Cimahi Saling Dukung, Korps Alumni Sebut Ini Bukti Kedewasaan Politik PemudaBrigjen Pol. Nunung Syaifuddin Sambut Hangat Kedatangan Timnas Pencak Silat Usai Torehkan Prestasi di Vietnam
“Karena ada beberapa tipe bangunan pada zaman itu, semisal arsitektur art deco yang masa kejayaannya cukup lama. Selain bangunan peninggalan Belanda, ada juga makam, patung feng, atau aksara Sunda kuno,” lanjut Achmad.
Namun, ia menegaskan bahwa hingga kini belum ditemukan bangunan berupa prasasti di Kota Cimahi.
Selain bangunan, pelestarian budaya nonbenda seperti manuskrip aksara Sunda kuno juga menjadi fokus pemerintah.
Menurut Achmad, Cimahi memiliki tokoh yang mampu membaca, menerjemahkan, hingga mengajarkan aksara Sunda kuno kepada generasi muda.
