Selain menyoroti kualitas beras, Farhan juga menggarisbawahi pentingnya kelancaran distribusi, khususnya untuk beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) yang didistribusikan oleh Perum Bulog Cabang Bandung. Ia menyebut bahwa distribusi beras medium dan SPHP sangat berpengaruh terhadap stabilitas harga di lapangan.
Kelancaran distribusi akan membantu mencegah lonjakan harga serta memberikan akses kepada masyarakat terhadap beras dengan harga yang terjangkau.
Sementara itu, Kepala Disdagin Kota Bandung, Ronny Ahmad Nurudin, membenarkan bahwa dari hasil monitoring pihaknya, ketersediaan beras di wilayah Kota Bandung dalam kondisi aman. Ia juga menyebutkan bahwa meskipun terdapat kenaikan harga, kondisinya masih dalam kategori normal dan bisa dikendalikan.
Baca Juga:Identitas Anak Bandung Diakui Negara, 52 Ribu KIA Dibagikan SekaligusTerima Hibah Rp 2,16 Miliar, Unpad Terjunkan 40 Dokter ke 40 Desa "Kritis" Kesehatan
“Memang ada kenaikan harga, tapi sejauh ini masih dalam kategori normal dan bisa dikendalikan. Yang penting stok tersedia dan distribusi lancar,” tandasnya.
Disdagin bersama DKPP akan terus melakukan pemantauan di lapangan untuk memastikan kestabilan pasokan serta melakukan intervensi bila diperlukan guna menjaga keterjangkauan harga.
Dengan kondisi stok yang mencukupi dan tidak ditemukannya beras oplosan di pasar, Pemerintah Kota Bandung mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan. Pemerintah memastikan akan terus hadir dan bekerja sama dengan semua pihak untuk menjamin kualitas dan ketersediaan pangan di Kota Bandung. (Dam)
Reporter: Sadam Husen Soleh Ramdhani
