JABAR EKSPRES – Pemprov Jabar bakal perbantukan satu dokter ke desa-desa yang “kritis” kesehatan. Dalam tahap awal ini, setidaknya bakal dikirim 40 dokter ke 40 desa yang tersebar di Jawa Barat.
Pemprov berkolaborasi dengan Universitas Padjadjaran (Unpad) untuk penyedia dokter dalam program Dokter Desa itu. Sementara Pemprov membantu dengan kucuran dana hibah ke kampus tersebut.
Kepala Dinas Kesehatan Raden Vini Adiani Dewi menuturkan, sedikitnya Pemprov mengucurkan hibah senilai Rp2,16 miliar ke Unpad. “Itu total. Program ini di dalamnya,” bebernya, Kamis (31/7).
Baca Juga:Hore! Gaji Perdana 1.027 P3K Kota Banjar Telah CairAtalia Praratya Pilih Bungkam soal Kasus Ridwan Kamil : Nanti Saja Ya
Vini melanjutkan, program Dokter Desa ini merupakan arahan Gubernur Jabar Dedi Mulyadi. “Pak Gubernur kan ingin desa itu baik dalam segala hal, termasuk aspek kesehatan,” jelasnya.
Dalam perjalanan, Dinkes memetakan kondisi kesehatan desa yang tersebar di Jabar. Itu dilihat dari persoalan TBC, Angka Kematian Ibu (AKI) hingga persoalan stunting.
Dari beberapa indikator itu, kemudian dipilahlah 40 desa di tahap awal ini. Apalagi desa-desa yang cukup sulit akses dalam hal kesehatan. “Jadi desa itu kan ada yang masalah prioritas. Misal soal AKI, atau TBC atau persoalan stunting,” bebernya.
Sebanyak 40 desa itu tersebar di 18 Kabupaten di Jabar. Seperti Bogor, Sukabumi, Bekasi, Karawang, Purwakarta, Subang, Kuningan, Cirebon, Majalengka, Indramayu, Bandung, Bandung Barat, Sumedang, Garut, Tasikmalaya, Ciamis dan Pangandaran.
Vini menuturkan, dokter yang bakal diterjunkan ini tentu kompeten untuk praktek. Peran mereka adalah membantu masyarakat. Dan fokus beberapa indikator yang telah ditetapkan. “Mereka itu sudah dokter. Dokter Umum,” sebutnya.
Dokter dokter itu akan tinggal di masyarakat untuk membantu menuntaskan masalah kesehatan yang ada. “Jadi tidak harus di puskesmas, tapi yang jelas kehadirannya membantu peran puskesmas,” bebernya. (son)
Reporter: Hendrik Muchlison
