Menurutnya, publikasi ilmiah bukan hanya soal menulis, tapi juga soal kualitas substansi dan metodologi penelitian.
“Jurnal itu pasti akan tanya, apa kebaruannya? Apa bedanya dengan penelitian sebelumnya? Dosen harus bisa menunjukkan state of the art dan novelty dari risetnya,” jelas Lukman.
Ia menekankan pentingnya mengikuti kaidah ilmiah, mulai dari perencanaan riset, pengambilan data, hingga penyusunan naskah.
Baca Juga:3 Bom Waktu di Bandung Barat, PR Berat Menanti Jeje–AsepLedakan Coffee Shop di Cimahi Dongkrak Peluang Kerja, Pemkot Siapkan SDM Barista Bersertifikat BNSP
“Penelitian pun harus dilakukan dengan benar, termasuk etikanya. Misalnya, pengambilan data dari anak-anak harus ada izin. Kalau tidak, jurnal tidak akan menerima,” tegasnya.
Selain kualitas, integritas akademik juga menjadi sorotan. Menurut Lukman, banyak dosen yang belum memahami etika publikasi secara mendalam.
“Bukan disengaja, tapi karena ketidaktahuan, mereka mengambil tulisan orang lain tanpa mencantumkan sumber,” ungkapnya.
Workshop ini juga membahas cara menghindari jurnal predator dan kartel sitasi. Saat ini, sambung Lukman, sedang hadapi krisis integritas akademik.
“Maka dari itu, penting mengajarkan know-how ini, termasuk cara mengutip, mencantumkan sumber pustaka, dan mengikuti code of conduct seperti COPE (Committee on Publication Ethics),” paparnya.
Lukman juga menyinggung penggunaan teknologi, termasuk kecerdasan buatan (AI), dalam proses penulisan akademik.
“AI itu hanya tools. Dulu baca satu artikel seminggu, sekarang bisa diringkas cepat. Tapi bukan berarti AI yang bikin tulisan. Harus tetap ada proses akademik yang benar,” tegasnya.
Baca Juga:Siap Guncang Emirates Stadium, Gyokeres Sebut Arsenal Klub Tepat Untuknya!Persib Tampil Beda! Launching Spektakuler dan Laga Internasional Lawan Raksasa Australia
Sementara itu, Wakil Rektor I Bidang Akademik Unjani, Prof. Dr. Budiman, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan LLDIKTI IV kepada kampusnya.
“Atas nama Rektor, kami mengucapkan terima kasih kepada Pak Kalem yang telah memberikan kesempatan kami untuk bekerja sama,” ujarnya.
Ia menilai workshop ini adalah bentuk treatment khusus dari LLDIKTI untuk meningkatkan produktivitas akademik dosen, baik dari Unjani maupun perguruan tinggi lainnya.
“Sebagai salah satu donating university yang berhasil dihubungkan, ini mungkin ada treatment khusus pada para dosen supaya lebih produktif lagi dalam menghadapi dinamika akademik,” jelas Budiman.
Menurutnya, workshop ini juga menjadi bagian dari upaya Unjani sebagai kampus unggul untuk terus mendorong dosen-dosennya menghasilkan karya ilmiah yang berintegritas dan berdampak luas.
