Imbas Larangan Study Tour, 13 Ribu Pekerja Terancam Nganggur!

Imbas Larangan Study Tour, 13 Ribu Pekerja Terancam Nganggur!
Kebijakan Gubernur Jabar Dedi Mulyadi soal larangan study tour matikan mata pencaharian masyarakat. (Dok. Jabar Ekspres)
0 Komentar

Herdis menyayangkan pernyataan gubernur yang menganggap bahwa Asosiasi Luar Jawa Barat. Bus berplat luar daerah belum di balik nama. Sedangkan semua pekerja dan pemiliknya dari Jawa Barat.

Respons Dedi Mulyadi yang hanya mengeluarkan penyataan lewat media sosial menunjukan bahwa pemimpin Jawa Barat tidak mau memberikan pelayanan kepada masyarakat.

‘’Merespon aksi kenapa harus lewat medsos, kenapa enggak mau ketemu untuk cari solusinya?, ” sesalnya.

Gubernur Seperti Raja Midas

Baca Juga:SGDLF 2025 Kembali Digelar, Debat Hukum dan Legal Opinion jadi Sorotan Miris! Tertemper Kereta di Perlintasan Tanpa Palang, Penjual Mainan Keliling Meninggal di Tempat

Ketua Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Zaini Shofari merespons kebijakan Dedi Mulyadi tersebut lebih mengedepankan ego pribadi.

Zaini menyindir sikap pemimpin Jabar tak ubahnya seperti cerita Raja Midas pada era Yunani kuno. Dimana segala sesuatunya harus sesuai keinginannya.

‘’Jadi kisah itu merupakan wujud keserakahan atau ego seorang pemimpin, jadi jika ada masukan harus didengarkan. Kemudian diolah jadi keputusan,’’ ucap Zaini.

Adanya aksi demo tersebut harus ditanggapi oleh gubernur dengan duduk bersama agar adil untuk semua pihak.

Surat edaran larangan study tour sebetulnya sudah lama sejak pelantikan gubernur. Bahkan, waktu itu ada kepala sekolah yang kena saksi karena mengindahkan larangan itu.

Menurutnya, secara prinsip Zaini sepakat dengan adanya larangan tersebut. Namun perlu diperhatikan aspek lainnya.

KDM Bersikukuh pada Putusannya

Merespons tuntutan tersebut, Gubernur Dedi Mulyadi mengatakan, kebijakan larangan study tour bertujuan untuk menjaga ketenangan para orang tua siswa. Sejauh ini para orang tua siswa sudah banyak keluar biaya di luar pendidikan.

Baca Juga:Joran dan Rakit Warnai Saguling Water Fest 2025, Jadi Magnet Baru Wisata Bandung BaratKetangkasan Domba Jadi Strategi Jeje Ritchie Bangkitkan Agribisnis KBB

“Jadi sikap saya akan tetap berpihak pada kepentingan rakyat banyak. Menjaga kelangsungan pendidikan,’’ ujarnya.

Dedi menuding, kegiatan study tour hanyalah kedok dan tidak lebih sebagai ajang bisnis wisata.

Adapun demo yang dilakukan para sopir bus merupakan para pelaku wisata yang didukung oleh Asosiasi JEP di wilayah Yogyakarta. “Jadi yang demo bukan orang Jabar saja, tapi ada orang Jogja, ” ungkap Dedi.

Dukung Pengembangan Wisata

Sekda Jabar Herman Suryatman mendukung kebijakan larangan study tour tersebut. Menurutnya pelaksanaan study tour telah bergeser jadi kegiatan piknik.

0 Komentar