JABAR EKSPRES – Pelatih timnas U-23 Indonesia, Gerald Vanenburg, menyatakan bahwa timnya mampu beradaptasi dengan baik meskipun kehilangan salah satu pemain andalan, Arkhan Fikri, jelang laga semifinal melawan Thailand di ajang ASEAN U-23 Championship 2025 pada Jumat (25/7).
Dalam konferensi pers yang digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Kamis (24/7), Vanenburg sempat melontarkan candaan soal jumlah pemain.
“Kalau boleh, saya ingin main dengan 13 pemain (bergurau). Tapi serius, kami fokus pada tim sendiri. Malaysia dan Filipina juga punya pemain cepat, dan kami bisa menghadapinya,” ujarnya sambil tersenyum. Namun, ia menegaskan bahwa fokus utama adalah kekuatan tim sendiri.
Baca Juga:4 Eks Persib Bandung Resmi Gabung Malut United, Dikontrak Lama, Siap Tampil di Super LeagueMVP Final NBA 2025 Shai Gilgeous-Alexander Jadi Bintang Cover NBA 2K26, Kapan Rilis?
“Tentu kehilangan Arkhan adalah kerugian karena dia pemain penting, tapi cedera adalah bagian dari sepak bola, jadi kami harus beradaptasi,” tambahnya.
Absennya Arkhan, yang mengalami cedera saat pertandingan melawan Filipina pada Sabtu (19/7), diakui sebagai kerugian karena perannya yang penting di lini tengah. Bahkan, gelandang Arema FC tersebut sudah absen saat laga kontra Malaysia, Senin (21/7).
Namun, Vanenburg menegaskan bahwa cedera adalah bagian dari sepak bola, dan tim harus mampu beradaptasi dengan kondisi tersebut.
Selain Arkhan Fikri, pelatih asal Belanda itu juga tidak bisa menurunkan beberapa pemain inti lainnya seperti Rivaldo Pakpahan, Mikael Tata, dan Toni Firmansyah.
“Mengenai pemain cedera, tentu saja kami kehilangan Arkhan di laga sebelumnya, juga Rivaldo, Tata, dan Toni. Jadi ada tiga-empat pemain inti yang absen, jumlah yang cukup banyak,” kata Vanenburg.
Meski dihantam krisis pemain, Vanenburg tetap menunjukkan rasa bangga terhadap performa tim sejauh ini. Dari tiga laga resmi yang telah dilakoni sejak dirinya menangani timnas U-23, Indonesia belum pernah menelan kekalahan dan belum sekalipun kebobolan.
“Saya bangga karena tim tidak kalah dan tidak kebobolan. Itu penting karena kalau tidak kebobolan, peluang menang lebih besar,” ucapnya.
Baca Juga:LeBron James Kembali Perkuat Lakers di Musim ke-23, Cetak Sejarah Baru di NBAIkut Magang di Jasa Raharja Bisa Dapat Uang Saku dan Beasiswa? Ini Fakta Lengkap Program LBJR 2025
Vanenburg juga menyebut bahwa grup yang ditempati Indonesia bukanlah grup yang mudah. Malaysia dan Filipina disebutnya sebagai lawan tangguh dengan peringkat FIFA yang lebih baik, tetapi anak asuhnya mampu menunjukkan performa yang solid. Kini, fokus mereka beralih ke laga semifinal melawan Thailand.
