JABAR EKSPRES – Kasus perdagangan bayi lintas negara yang melibatkan jaringan internasional ke Singapura terus didalami.
Hingga kini, Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jaba masih melakukan penyelidikan lanjutan guna mengungkap keseluruhan jaringan yang terlibat.
Dalam perkembangan terbaru, Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Hendra Rochmawan, mengungkapkan bahwa usai penangkapan salah satu DPO berinisial LS atau dikenal dengan nama Popo yang diduga memiliki peran penting dalam sindikat ini, penyidikan terus berlanjut secara intensif.
Baca Juga:Sapi Raksasa Asal Lembang Jadi Jawara Kelas Ekstrem di Kontes Peternakan KBBLisa Mariana Kembali Mangkir dari Pemeriksaan Dugaan Video Syur, Polisi Siapkan Pemanggilan Kedua
“Ada dua tim yang melakukan penyelidikan. Tim pertama berangkat ke Jakarta karena kami mendapat informasi dari pihak Imigrasi bahwa saudari Lili alias Popo baru tiba dari Singapura ke Jakarta,” ujar Hendra, Kamis (24/7).
Sementara itu, tim kedua yang sebelumnya ditugaskan ke Pontianak telah kembali sebagian. Di sana, penyidik mendalami kemungkinan adanya penambahan tersangka baru dalam kasus sindikat perdagangan bayi tersebut.
Menurut Hendra, dugaan bertambahnya tersangka muncul karena diduga ada pihak lain yang turut serta membantu operasi sindikat tersebut secara sistematis.
“Sejak tahun 2023, sindikat ini telah beroperasi cukup lama dan berjalan dengan mulus. Ini menunjukkan adanya keterlibatan pihak lain, tidak hanya para tersangka yang telah ditetapkan. Indikasi kuat mengarah pada pelanggaran Pasal 55 dan 56 KUHP, yaitu turut serta atau membantu dalam kejahatan,” jelasnya.
Penyelidikan dipastikan akan terus dilakukan secara menyeluruh, termasuk pengejaran terhadap dua DPO lainnya yang masih buron, yakni berinisial WT dan YY.
“Ini (2 DPO) masih terus kami lakukan pengejaran, surat dan informasi juga sudah kami sampaikan. Sehingga kami berharap mereka masih berdomisili di Indonesia, tidak (lari) ke luar negeri. Kita doakan, para penyidik dapat segera mendapatkan yang bersangkutan,” ucapnya.
Hendra menambahkan bahwa keberhasilan tim dalam menangkap pelaku yang buron sangat penting untuk mengungkap seluruh jaringan sindikat secara menyeluruh.
Baca Juga:Angkot Direduksi, Biskita Transpakuan DioptimalkanKado Hari Anak Nasional: 101 Binaan di Jabar Dapat Remisi, 2 di Antaranya Bebas
“Kami doakan agar tim penyidik segera bisa menemukan keberadaan mereka, agar penanganan kasus ini tidak berlarut-larut,” tambahnya.
Selain itu, ia juga mengimbau kepada para DPO agar bersikap kooperatif dan segera menyerahkan diri kepada pihak berwenang.
