JABAR EKSPRES – Dua warga Dusun Neglasari RT02 RW11, Desa Hegarmanah, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang jadi korban ambrolnya TPT (tembok pembatas tebing).
Kedua korban itu bernama Dodo (50) dan Ikun Sakun (56). Mereka merupakan warga Dusun Neglasari, Desa Hergarmanah, Jatinangor.
Kapolsek Jatinangor, Kompol Rogers Thomas mengatakan, peristiwa terjadi ketika sebanyak delapan pekerja bangunan sedang beraktivitas di lokasi kejadian.
Baca Juga:Tembok Pembatas Tebing di Jatinangor Ambrol, 2 Pekerja Bangunan Jadi Korban TPT Ambrol Kikis Bahu Jembatan Junti Hilir di Katapang, Warga Minta Segera Diperbaiki
“Mereka mau beristirahat sekaligus bersiap-siap salat Jumat, itu pukul 11.00 WIB,” katanya saat ditemui Jabar Ekspres di lokasi, Jumat (10/7/2026).
Delapan pekerja tersebut, diketahui sedang menyelesaikan proyek pembangunan rumah yang rencananya akan dijadikan kost-kostan.
Rogers menerangkan, sebelum tembok pembatas tebing ambrol, sebanyak lima pekerja sudah menjauh dari lokasi, sedangkan korban bernama Dodo sedang mengikat tali sepatunya.
“Korban yang satunya bernama Ikun masih dekat galian, ketika tembok ambrol dia sempat menyelamatkan diri,” terangnya.
Adapun nasib Dodo, saat peristiwa terjadi tak sempat menyelamatkan diri, sehingga korban tertimbun material tanah dan tembok pembatas tebing.
“Korban yang berhasil selamat sudah dibawa ke RS Unpad, mengalami patah lengan,” ujar Kapolsek.
Pantauan Jabar Ekspres menunjukkan, tembok pembatas tebing yang ambrol tersebut, memiliki ketinggian sekira 8 meter dan lebar 12 meter.
Baca Juga:Tebing Ambrol di Rancakalong, Akses Sumedang–Subang Diberlakukan Sistem Buka TutupTebing Ambrol di Sukamanah Ciamis, Satu Nyawa Melayang dan Dua Rumah Rusak
Petugas gabungan di lokasi tengah berupaya mengevakuasi seorang korban yang tertimbun material tanah.
Karena akses menuju lokasi kejadian jalannya tidak besar, sehingga alat berat tidak bisa diterjunkan dan proses evakuasi pun dilakukan manual.
Kapolsek menerangkan, seorang korban bernama Ikun yang sudah dilarikan ke RS Unpad, diketahui mengalami luka patah tulang di bagian tangan.
Adapun korban lainnya yakni Dodo, kondisinya tertimbun material tanah dan ketika sudah ditemukan kondisinya sudah meninggal dunia.
Proses evakuasi berlangsung cukup menegangkan, sebab tembok pembatas tebing yang ambrol dikhawatirkan mengalami roboh susulan.
Cuaca panas tak menjadikan halangan tim gabungan, proses evakuasi yang dilakukan sekira pukul 11.00 WIB itu, memakan waktu lebih dari dua jam dan berhasil diselesaikan pada pukul 13.34 WIB.
“Korban yang tertimbun berhasil dievakuasi dan jenazahnya dibawa dulu ke Puskesmas Jatinangor,” pungkas Rogers. (Bas)
