JABAR EKSPRES – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung tengah menyiapkan langkah strategis dalam modernisasi sistem Penerangan Jalan Umum (PJU) dengan menerapkan skema managed service, yang dinilai jauh lebih efisien dibandingkan skema pengadaan langsung.
Langkah ini merupakan tindak lanjut dari partisipasi Kota Bandung dalam ajang West Java Investment Challenge (WJIC) yang digelar baru-baru ini, dan berhasil menarik minat investor terhadap sektor penerangan jalan.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengungkapkan bahwa dalam skema managed service, pihak swasta akan membangun dan sekaligus melakukan pemeliharaan PJU.
Baca Juga:Perampingan BUMD, Biro BIA Jabar: Belum Final, Masih Dibahas!Disdikbud Banjar Perkuat Fokus Penanganan SD dan SMP, Delapan Orang Isi Jabatan Administrator dan Pengawas
Pemkot Bandung kemudian hanya membayar layanan tersebut berdasarkan jumlah titik lampu yang beroperasi, termasuk biaya listrik dan jasa pemeliharaan. Model ini diklaim bisa memangkas belanja modal secara signifikan.
“Kita akan menggunakan skema managed service, jadi bukan pengadaan. Jadi pembangunan dan pemeliharaan ditangani oleh investor, dan nanti kita membayar iurannya per titik,” kata Farhan, Rabu (23/7).
Diakui farhan, apabila menggunakan metode ini, beban pengeluaran pertahun Pemkot Bandung terkait penerangan jalan berkisar Rp100-200 miliar. Jauh apabila melewati skema pengadaan langsung yang memerlukan biaya Rp400 miliar.
“Jadi kita tinggal bayar listrik kan Rp 88 miliar setahun, terus bayar lagi jasa pelayanan mereka, kira-kira sekitar Rp100-200 miliar setahun. kalau pengadaan aja Itu Rp400 Miliar, itu lebih mahal,” ujarnya
Lebih lanjut, skema managed service memungkinkan pemerintah untuk fokus pada kualitas pelayanan dan efisiensi energi tanpa harus menanggung beban investasi awal yang besar.
Pemerintah Kota Bandung saat ini tengah menargetkan sebanyak 4.000 titik PJU baru. Dalam jangka pendek, pemerintah menargetkan penambahan 2.000 titik baru yang semuanya akan menggunakan teknologi lampu LED hemat energi. Dalam jangka panjang, seluruh 60.000 titik PJU yang tersebar di wilayah Kota Bandung akan diganti dan diseragamkan menggunakan teknologi yang sama.
“Teknologi LED ini bisa memberikan pencahayaan lebih terang tapi dengan konsumsi listrik yang lebih rendah. Target kita, efisiensi listrik bisa mencapai di bawah 20% dari kebutuhan saat ini,” ucap Farhan.
Baca Juga:Menuju UHC 100 Persen, 1,8 Juta Warga Bogor Gunakan Layanan JKN Setiap HariDugaan Ijazah Palsu Memanas, Jokowi Ajukan Pemeriksaan di Solo karena Kondisi Ini
Dengan penggunaan teknologi yang seragam, Pemkot Bandung berharap dapat mengontrol sistem operasional dengan lebih baik, mulai dari pengaturan waktu nyala hingga sistem pelaporan kerusakan secara real-time. Selain itu, keseragaman teknologi juga memungkinkan penghematan biaya pemeliharaan dalam jangka panjang.
