JABAR EKSPRES – Apa yang terlintas di benak Anda ketika melihat seseorang yang hidup dalam keterbatasan ekonomi, namun tetap memilih untuk memiliki banyak anak? Mungkin sebagian dari Anda akan berpikir bahwa orang tersebut egois. Bagaimana mungkin anak-anaknya kelak bisa memperoleh pendidikan yang layak? Bagaimana mereka bisa mendapatkan asupan gizi yang cukup, atau memiliki masa depan yang baik?
Memiliki banyak anak tentu saja menuntut kebutuhan finansial yang lebih besar. Sementara itu, orang tua dalam kondisi miskin, bahkan sangat miskin, memiliki kemampuan yang terbatas untuk memenuhinya. Ketika jumlah anak bertambah, secara logis, pengeluaran pun ikut meningkat.
Mungkin saja Anda memiliki salah satu dari pola pikir tersebut. Perlu diketahui, segala sesuatu yang dilakukan manusia di dunia ini, baik itu kejahatan, inovasi, perkembangan, hingga aktivitas sehari-hari, semuanya berawal dari keputusan. Keputusan tersebut kemudian diwujudkan dalam bentuk tindakan atau aksi. Baik buruknya tindakan tersebut, bergantung pada mindset atau pola pikir yang mendasarinya.
Baca Juga:7 HP Redmi Terbaik 2025 yang Turun Harga Drastis, Mulai Rp1 Jutaan!PKH dan BPNT 2025 Cair Lagi, Ini Cara Cek Bansos PKH dan BPNT 2025 Lewat Aplikasi dan Situs Resmi Kemensos
Sebagai contoh, bayangkan ada dua orang dengan kondisi ekonomi yang sama-sama buruk, tetapi memiliki pola pikir yang berbeda. Yang satu memiliki pola pikir pasrah, menerima takdir begitu saja, dan menyalahkan keadaan. Sementara yang satu lagi berpikir bahwa Tuhan memberikan kesempatan untuk berusaha, dan kesempatan itu harus dimanfaatkan sebaik mungkin.
Akibatnya, keputusan dan tindakan mereka pun berbeda. Satu orang hanya diam dan menyerah pada nasib, sementara yang lain aktif berjuang dan berikhtiar. Dari sini, kita bisa melihat betapa krusialnya peran mindset dalam menentukan arah hidup seseorang.
Itulah sebabnya, memiliki pola pikir yang keliru, terutama dalam hal kemiskinan dan kekayaan, bisa sangat fatal dampaknya.
Pola Pikir Khas Orang Miskin
Inilah beberapa pola pikir atau mindset keliru yang biasanya dimiliki oleh orang miskin yang akan membuat mereka makin miskin.
1. Banyak Anak, Banyak Rezeki
Mindset pertama yang masih sangat umum ditemukan di Indonesia dan menurut kami paling merugikan adalah keyakinan bahwa “banyak anak, banyak rezeki.” Pola pikir ini telah menjadi semacam warisan turun-temurun di banyak keluarga. Pada masa lalu, anggapan ini masih masuk akal karena anak dianggap sebagai aset. Mereka membantu orang tua mengurus sawah, ternak, atau berdagang.
